PEMANASAN GLOBAL: Pengertian, Penyebab, Dampak & Contoh Global Warming

Pemanasan Global

Pengertian Pemanasan Global – Menurut Natural Resources Defence Council, pemanasan global adalah kondisi di mana suhu rata-rata permukaan bumi meningkat secara drastis yang disebabkan oleh konsentrasi gas rumah kaca yang melebihi ambang batas.

Akibat suhu yang semakin panas, kualitas hidup manusia, binatang, dan tumbuhan secara umum menjadi terganggu. Bahkan, pemanasan global juga memengaruhi tinggi permukaan laut yang kian hari kian tinggi akibat melelehnya es di daerah kutub.

Fenomena pemanasan global pada dasarnya sulit dilepaskan dari terjadinya pencemaran udara yang akhir-akhir ini kian parah.

Adanya peningkatan kadar karbon dioksida serta gas kaca lainnya menyebabkan pemanasan global ini terjadi dalam kurun waktu lima puluh tahun terakhir.

Proses Pemanasan Global

Proses Pemanasan Global
rickylasatira.blogspot.com

Proses terjadinya pemanasan global dimulai dengan cahaya matahari yang menghangatkan bumi. Cahaya ini seharusnya tak seluruhnya diserap oleh bumi, melainkan sebagian lainnya akan dikembalikan lagi ke angkasa luar dalam bentuk radiasi infra merah.

Radiasi matahari yang masuk ini akan melewati permukaan terluar bumi, yaitu atmosfer. Sayangnya, atmosfer bumi saat ini telah menampung banyak sekali gas yang menyebabkan efek rumah kaca.

Contoh gas tersebut adalah karbon dioksida (CO2), sulfur dioksida (SO2), metana (CH4), uap air, serta masih banyak gas lain lagi. Akibatnya, cahaya matahari yang seharusnya dapat dipantulkan ke luar bumi malah jadi terperangkap dan memantul kembali ke dalam bumi.

Bayangkan proses ini terjadi terus-menerus selama puluhan tahun belakangan. Wajar saja apabila cuaca di bumi kian hari kian terasa panas.

Semakin banyak panas matahari yang diserap bumi, semakin banyak pula cahaya dan gas lain seharusnya terlepas keluar bumi, namun justru terpendam di dalam bumi hingga mengganggu proses kehidupan mahkluk hidup seperti yang terjadi saat ini.

Penyebab Pemanasan Global

Penyebab pemanasan global
smp.prasacademy.com

Ada banyak hal yang turut berkontribusi pada terjadinya pemanasan global. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Bahan bakar fosil serta emisi gas rumah kaca

Bahan bakar fosil ini menjadi salah satu alasan terjadinya pencemaran air, tanah, dan udara. Contohnya, apabila terjadi tumpahan minyak di lautan lepas atau sisa gas buang dari kendaraan bermotor dan mesin pabrik.

Semenjak tahun 1700-an atau tepat pada saat terjadinya revolusi industri, manusia melahirkan banyak sekali penemuan dan inovasi yang juga turut mencemari udara dengan tidak adanya kontrol yang jelas. Semua pencemaran ini dihasilkan dari minyak, batu bara, dan lain-lain.

Meski begitu, sebenarnya dalam kadar tertentu yang masih wajar, keberadaan gas rumah kaca sangat bermanfaat bagi kehidupan mahkluk hidup di bumi. Tanpa gas rumah kaca, bumi ini menjadi terlalu dingin untuk ditinggali bahkan tak mendukung adanya kehidupan.

Namun, yang terjadi saat ini adalah kondisi gas rumah kaca sudah dalam tahap yang jauh melebihi kapasitas bumi untuk menahannya. Sehingga, meningkatnya suhu pun tak lagi bisa dielakkan.

2. Gas metana

Berada di posisi kedua penyebab pemanasan global, gas yang dihasilkan dari peternakan ini menjadi salah satu penyebab paling berbahaya mengapa bumi menjadi semakin panas. Peternakan sapi berkontribusi akan terciptanya gas metana lebih besar dari industri minyak.

Data terbaru bahkan mencatat bahwa 20% emisi gas metana adalah hasil dari kentut dan sendawa hewan ternak terutama sapi.

Oleh karena itu, mengapa banyak ajakan untuk menjadi vegetarian selalu menyelipkan gagasan tentang cinta lingkungan. Salah satu alasannya adalah karena peternakan sapi ini menyumbang gas metana sehingga banyak orang memiliki untuk mengonsumsi sayuran saja.

c. Karbon dioksida

Bicara mengenai karbon dioksida tak hanya terkait pada nafas yang diembuskan oleh setiap manusia di muka bumi ini. Justru, kontributor utama karbon dioksida adalah emisi pembakaran dengan bahan bakar fosil.

Setiap kendaraan bermotor yang digunakan atau jumpai dalam hidup sehari-hari ternyata turut menyumbang rusaknya lingkungan dan bumi yang kian panas.

Bahkan, data menarik dikemukakan. Amerika Serikat memiliki populasi penduduk hanya sekitar 4% dari total masyarakat di dunia.

Namun, negara adidaya ini justru menjadi penyumbang polusi karbon dioksida hingga mencapai 25%, paling besar di antara negara lain.

Selain itu, banyak sekali peralatan sehari-hari yang digunakan ternyata mengandung karbon dioksida. Contohnya, kulkas, pendingin ruangan, dan lain-lain. Secara tak sadar, ketergantungan manusia akan barang ini membuat lingkungan semakin rusak.

Dampak-Dampak Pemanasan Global

Dampak Pemanasan Global
theblackvault.com

1. Perubahan iklim global

Perubahan iklim global adalah salah satu bukti nyata dari dampak terjadinya pemanasan global ini. Apabila di luar sana masih terdapat perdebatan sengit apakah pemanasan global sungguh terjadi atau tidak, ada banyak bukti yang dapat dengan mudah dilihat di sekitar.

Di banyak belahan bumi, terjadi peristiwa yang masif seperti gletser mencair, ditemukannya es di tengah aliran sungai, serta aliran air di berbagai sumber menjadi cenderung lebih cepat daripada beberapa puluh tahun ke belakang.

2. Mencairnya puncak es

Puncak es yang berada di kutub atau pun pegunungan tinggi kini telah mencair dengan jumlah yang sangat signifikan.

Bahkan setelah ratusan tahun lamanya, baru kali ini ada kapal yang mampu melewati Northwest Passage di Amerika Utara yang terkenal akan kawasan yang tertutup es.

3. Terganggunya ekosistem terumbu karang

Banyak ilmuwan mengungkapkan kekhawatirannya akan terumbu karang yang tak mampu beradaptasi dengan kondisi alam yang semakin panas dengan cepat. Padahal, kehadiran terumbu karang sangat bermanfaat bagi kelangsungan lingkungan hidup.

Menurut data yang dilansir, karena suhu bumi yang terus sulit dikendalikan, bumi ini telah kehilangan kurang lebih 16% dari keseluruhan populasi terumbu karang yang ada selama kurun waktu tahun 1998.

4. Permukaan air laut meningkat

Para ilmuwan banyak yang telah memprediksikan seperti apa proyeksi kenaikan permukaan air laut di masa mendatang dan bagaimana pengaruhnya terhadap manusia dan spesies lainnya. Ada salah satu skenario kenaikan air laut yang cukup mencengangkan terungkap.

Apabila permukaan air laut meningkat hingga kurang lebih 0,9 meter saja, diperkirakan ada tak kurang dari seratus juta orang yang hidup di area pesisir harus mengungsi karena tempat tinggalnya terendam air laut.

Padahal, sejak tahun 1870, tinggi permukaan air laut secara global telah menyentuh angka 8 inci. Karena itulah, ada penemuan proyek kota terapung yang kini telah secara serius dikelola oleh berbagai pihak.

Selain sebagai antisipasi untuk masyarakat yang tinggal di daerah laut, tempat ini juga bisa menjadi objek wisata yang potensial.

5. Pergantian musim yang tak menentu

Musim yang berganti amat cepat adalah salah satu dampak pemanasan global yang kini hampir selalu dirasakan manusia. Terutama di kawasan subtropis dan pegunungan tinggi yang terdapat puncak salju di atasnya.

6. Muncul banyak penyakit baru

Lebih dari tiga puluh penyakit baru muncul di era 1976 hingga 2008 yang dapat dikategorikan sebagai masa kelam dunia kesehatan.

Pasalnya, di tengah tanda tanya akan beberapa penyakit yang belum dapat diobati seperti HIV/AIDS, justru muncul lagi penyakit baru.

Salah satu penyakit yang semakin gencar ditemukan adalah yang disebabkan oleh nyamuk. Alasannya adalah karena semakin tinggi suhu, maka akan mendorong nyamuk untuk kawin dan menghasilkan semakin banyak telur. Akibatnya, nyamuk tumbuh lebih cepat.

7. Punahnya spesies mahkluk hidup tertentu

Golden toad atau katak emas adalah mahkluk hidup pertama yang ada di muka bumi ini yang punah sebagai akibat peningkatan suhu, perubahan iklim, serta hilangnya habitat.

Cara Mengatasi Pemanasan Global

Mengatasi Pemanasan Global
kompasiana.com

Mengingat banyaknya dampak buruk yang menghantui satu-satunya planet tempat tinggal manusia ini, sudah saatnya kita berbenah dan melakukan perubahan terhadap gaya hidup yang selama ini turut menyumbang meningkatnya suhu di bumi.

Ada beberapa cara yang bisa dilakukan demi menyelamatkan alam dan mengurangi dampak buruk pemansan global. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mengurangi pemakaian energi fosil

Menggunakan energi dengan bahan bakar fosil seperti minyak bumi adalah salah satu alasan mengapa bumi semakin panas.

Caranya adalah dengan mengurangi penggunaan kendaraan pribadi. Apabila jarak tempuh ke sekolah, tempat kerja, atau destinasi lainnya teergolong dekat, lebih baik gunakan sepeda atau jalan kaki daripada memakai sepeda motor atau mobil.

Selain dapat mengurangi biaya pengeluaran, Anda juga sudah turut serta berkontribusi akan penghematan penggunaan energi fosil.

2. Menggunakan bahan bakar yang ramah lingkungan

Saat ini, telah banyak penemuan akan bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, baik berasal dari cahaya matahari, angin, air, biogas, maupun limbah lainnya. Anda bisa beralih dari menggunakan bahan bakar fosil ke energi yang lebih ramah lingkungan.

3. Meminimalisir penggunaan listrik

Listrik, terutama yang ada di Indonesia, secara umum masih dihasilkan dari batu bara dan bahan bakar fosil lainnya. Oleh karena itu, terlalu banyak menggunakan listrik juga salah satu alasan mengapa efek rumah kaca terjadi.

Sebagai upaya untuk melestarikan lingkungan, usahakan untuk meminimalisasi penggunaan listrik dalam sektor yang tak terlalu penting.

Sebagai contoh, Anda bisa memanfaatkan sinar matahari di siang hari sebagai cahaya utama dalam beraktivitas daripada harus menggunakan lampu. Selain itu, kurangi penggunaan pengering pakaian listrik dengan menjemurnya di tempat yang panas.

Masih sering lupa mencabut kabel pengisi daya ponsel? Mulai sekarang, hentikan kebiasaan buruk tersebut. Cabut semua kabel dari sumber listrik saat tak lagi digunakan untuk menghemat pemakaian listrik sehari-hari.

4. Membeli produk yang berkualitas baik dan cenderung tahan lama

Proses produksi yang terjadi di pabrik sudah pasti menggunakan bahan bakar fosil untuk menggerakkan seluruh mesin yang ada.

Karena itu dengan mengurangi intensitas membeli barang buatan pabrik, Anda turut menghemat penggunaan bahan bakar fosil yang ada.

5. Mengurangi konsumsi daging dan meningkatkan konsumsi sayur dan buah organik

Seperti yang telah disebut sebelumnya, daging yang selama ini dikonsumsi ternyata datang dari tempat yang menyumbang gas metana terbesar di dunia.

Proses tanam, olah, hingga distribusi sayur dan buah atau makanan yang berasal dari tumbuhan lainnya, umumnya dihasilkan dari proses yang bersih tanpa terlalu banyak campur tangan teknologi maupun alat yang dapat mengurangi kualitas iklim.

6. Lebih memilih menggunakan produk lokal daripada produk impor

Seperti yang telah diketahui, produk impor adalah produk yang didatangkan dari luar negeri. Dalam prosesnya, ada banyak energi terbuang terutama saat distribusi dari negara asal sampai ke Indonesia.

Sebaliknya, semakin dekat lokasi produk yang Anda gunakan, semakin sedikit energi yang harus dikeluarkan pada prosesnya terutama saat distribusi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *