PENGERTIAN PENDIDIKAN: Tujuan, Jenis, Fungsi Pendidikan Menurut Ahli & Umum

Pendidikan – Kualitas masyarakat tercermin dari baiknya sistem pendidikan yang dimiliki oleh negara di mana mereka tinggal. Tiap negara memiliki jenis dan metode tersendiri untuk memberikan pendidikan kepada rakyatnya.

Adapun pendidikan juga dijadikan proses pembelajaran bagi peserta didik untuk bisa lebih mengerti akan suatu hal dan juga menjadikan kita bisa berpikir lebih kritis. Selain itu pendidikan di suatu daerah juga kerap menjadi tolak ukur bagaimana peradaban di suatu wilayah tersebut.

Nah, Anda dapat memahami informasi lebih jauh seputar pendidikan, fungsi, tujuan, jenis-jenis, manfaat, dan masalah-masalah pendidikan yang ada di Indonesia. Yuk, baca lebih lanjut artikel ini! 

Pengertian Pendidikan

Pengertian Pendidikan
design.indosite.com

Istilah pendidikan tidak asing bagi Anda. Ini merupakan disiplin yang berfokus pada metode-metode pengajaran dan pembelajaran. Ruang lingkupnya berupa sekolah atau tempat-tempat yang serupa.

Pendidikan juga memiliki arti penyebaran akumulasi pengetahuan dan nilai-nilai di sebuah masyarakat. Berdasar para ahli sosial, pendidikan memiliki arti serupa dengan enkulturasi!

Anak-anak yang dibesarkan, baik di pedalaman maupun di lingkungan perkotaan, lahir tanpa budaya atau adab. Pendidikan, dalam hal ini, berperan sebagai sarana mengajarkan budaya kepada mereka.

Pendidikan mencetak mereka menjadi sosok berguna di masyarakat dan mengajarkan cara bersikap hingga tumbuh menjadi dewasa. Namun, kini masyarakat menjadi semakin beragam dan kompleks. 

Perkembangan di masyarakat menuntut perubahan pada sistem pendidikan. Kini, pendidikan semakin terkonsentrasi dan melibatkan pembelajaran di luar sekolah atau lingkungan formal. 

Peserta didik bergabung pada suasana belajar dan mengembangkan potensi diri secara aktif. Banyak aspek yang dapat dikembangkan. Ini termasuk keterampilan, pengendalian diri, dan spiritual.

Dari segi bahasa, pendidikan merupakan proses mengembangkan kekuatan dan kemampuan pribadi. Melalui pendidikan, seseorang dapat berperilaku dan bersikap baik di masyarakat dan berbangsa.

Menurut Bapak Pendidikan Nasional Indonesia, yaitu Ki Hajar Dewantara, pendidikan merupakan sarana bagi anak-anak untuk menjadi bagian dari masyarakat dan memperoleh kekuatan kodrat.

Dari KBBI atau Kamus Besar Bahasa Indonesia, pendidikan memiliki arti sebuah sistem untuk memperoleh pemahaman, pola pikir, akhlak, tingkah laku, dan pengetahuan sacara resmi.

Berdasar pada UU No. 20 Tahun 2003, pendidikan mempunyai arti sebuah usaha terencana dan sadar untuk mengembangkan potensi diri melalui proses pembelajaran. Peserta didik melakukannya secara aktif.

Fungsi Pendidikan

Fungsi Pendidikan
smpn56surabaya.sch.id

Nah, sekarang, apa fungsi dari pendidikan? Secara umum, pendidikan bertujuan untuk membentuk kepribadian, watak, dan keterampilan para peserta didik. Alhasil, mereka menjadi manusia berguna dan benar.

Selain itu, masih banyak sekali fungsi pendidikan, baik secara umum maupun khusus.

1. Transmisi Budaya

Pendidikan menanamkan dan menyalurkan nilai-nilai norma sosial pada generasi penerus. Para pendidik atau guru juga melalui fase pembelajaran tersebut sebelum mengajarkannya ke orang lain.

Akan tetapi, materi-materi tidak disampaikan secara utuh atau murni karena telah mengalami beberapa perubahan. Ini dipengaruhi oleh perubahan sosial dan kondisi para pengajar.

Sebagai contoh, teori-teori ilmu pengetahuan telah berubah dan berkembang seiring waktu berjalan. Meski demikian, teori lama tetap digunakan dan diajarkan kepada para peserta didik.

2. Integrasi Sosial

Melalui pendidikan, para individu mampu bersatu di lingkungan sosial dan memiliki rasa solidaritas antarsesama. Mereka juga dapat bekerja sama dalam kehidupan sosial.

3. Pilihan Karier

Pendidikan membantu tiap orang untuk memilih sebuah karier yang mereka suka. Ini menyiapkan mereka di kehidupan masa depan dan menyediakan informasi seputar dunia profesionalisme.

4. Menyediakan Ragam Teknik dan Kemampuan Profesional 

Pendidikan mengajarkan para peserta didik beragam teknik dan keterampilan profesional. Artinya Anda dapat memilih karir berdasar jenis kemampuan yang Anda pelajari.

5. Mengajarkan Kemampuan Bersosial

Manusia merupakan makhluk sosial dan Anda dapat belajar kemampuan bersosial melalui pendidikan. Institusi pendidikan seperti sekolah merupakan tempat terbaik bertemu orang-orang!

Institusi-institusi pendidikan menjadi sarana berinteraksi dengan orang-orang berbeda yang memiliki umur dan ketertarikan serupa.

6. Melatih Berpikir Rasional

Pendidikan membantu Anda untuk berpikir secara rasional sehingga mampu menyelesaikan masalah, kejadian, dan perkara-perkara secara logis.

7. Memupuk Rasa Patriotisme

Pendidikan dapat menanamkan rasa patriotisme kepada para peserta didik sejak dini. Dengan demikian, mereka dapat memahami tugas serta kewajiban untuk negara.

8. Membantu Menyesuaikan Diri di Masyarakat

Pendidikan membentuk kepribadian individu sehingga mampu beradaptasi di segala lingkungan, seperti komunitas, grup, sosial, dan lain sebagainya. 

Tujuan Pendidikan

Tujuan Pendidikan
republika.co.id

Meskipun jenis pendidikan beragam, tujuan-tujuannya hampir serupa.

1. Mengajarkan Hidup di Masyarakat

Secara garis besar, pendidikan tidak hanya memberi ilmu pengetahuan kepada para peserta didik, tetapi juga mengajarkan bagaimana mereka hidup di masyarakat.

Para murid dapat belajar bagaimana bekerja sama dengan orang lain secara benar dan memperoleh informasi yang mereka butuhkan untuk karier di masa depan.

2. Mengajarkan Pengetahuan-Pengetahuan Dasar

Setiap individu perlu menguasai pengetahuan dasar seperti berhitung, menulis, dan membaca. Kemampuan-kemampuan ini dapat mereka gunakan dalam kehidupan sehari-hari.

Melalui pendidikan, semua orang, termasuk Anda, pasti mampu menguasainya dengan mudah.

3. Menciptakan Masyarakat yang Kritis

Para peserta didik kelak menjadi bagian dari masyarakat atau komunitas yang lebih besar. Melalui pendidikan, mereka dilatih berpikir kritis dan berguna bagi tempat di mana mereka tinggal.

Kegunaan lainnya, seperti ikut andil dalam pemilihan presiden dan belajar peran-peran lain sebagai warga negara.

4. Memberi Rasa Percaya Diri

Pendidikan member kepercayaan diri kepada para peserta didik. Setelah menguasai beberapa keterampilan, mereka pasti memiliki rasa percaya diri dan segera mengaplikasikan ilmu tersebut.

5. Mengajarkan Cara Belajar dengan Benar

Salah satu tujuan pendidikan adalah mengajari cara belajar secara efisien. Para peserta didik dapat mencari informasi yang dibutuhkan untuk menyelesaikan masalah-masalah mereka.

6. Menciptakan Kebiasaan Aktif Bekerja

Melalui pendidikan, para peserta didik terlatih untuk bekerja dan lebih disiplin. Mereka belajar konsep tepat waktu dalam beraktivitas dan berpakaian secara pantas. 

Jenis-Jenis Pendidikan

Jenis Pendidikan
piah.com

Ada tiga jenis pendidikan untuk Anda pahami, yaitu formal, mandiri, dan nonformal.  

1. Pendidikan Formal

Jenis ini biasanya melibatkan institusi pendidikan, seperti sekolah dan lembaga pendidikan. Tujuannya untuk mengajarkan kemampuan akademis dasar maupun khusus.

Ada beberapa tahapan, peraturan, dan jadwal yang harus diikuti. Para pengajar terdiri dari guru-guru terlatih dan mereka menguasai ilmu yang berbeda.

Kelebihan utama pendidikan formal adalah adanya tenaga profesional, sistem pembelajaran terstruktur, sertifikat, dan manajemen yang bagus. 

2. Pendidikan Mandiri

Anda dapat memperoleh pendidikan di luar sekolah atau lembaga. Sebagai contoh, orang tua dapat mengajarkan cara bersepeda atau makan kepada anak-anaknya.

Jenis pendidikan ini tidak mengenal tempat karena bisa diperoleh kapan saja dan di mana saja. Selain itu, Anda bisa mempelajarinya secara mandiri dan natural. 

Akan tetapi, Anda tak akan memperoleh sertifikat sebagai bukti bahwa Anda telah menguasai sebuah kemampuan. Sedangkan, sumber informasi bisa berupa pengalaman, keluarga, dan media.

Lalu, apa kelemahan sistem ini? Selain tidak adanya sertifikasi, Anda tak memperoleh tenaga pengajar yang ahli. Alhasil, tidak semua orang suka untuk belajar secara mandiri. 

3. Pendidikan Nonformal

Meskipun hampir mirip dengan pendidikan formal, jenis ini tidak melibatkan lembaga atau sekolah. Kemiripannya terletak pada hasil yang diperoleh para peserta didik.

Anda bisa memperoleh keahlian tertentu tanpa perlu bersekolah. Contoh yang paling menonjol adalah home-schooling dan program kebugaran di tempat-tempat fitness.

Kelebihan sistem pendidikan nonformal adalah fleksibilitas. Tidak ada batasan usia, jadwal, dan kurikulum. Anda bebas memilih jenis kemampuan dan kapan Anda mau belajar.

Manfaat Pendidikan bagi Putra-Putri Indonesia

Manfaat Pendidikan
okezone.com

Bagi bangsa Indonesia, terutama generasi penerus, pendidikan menjadi wadah untuk mencapai masa depan lebih baik. Ini menjadi fondasi dan ujung tombak pembangunan!

Sebuah negara tercermin dari kualitas pendidikan. Oleh karena itu, putra-putri Indonesia wajib memperoleh pendidikan formal maupun nonformal dengan baik.

Generasi yang berpendidikan menjadi harapan perubahan di masa depan. Setelah itu, mereka akan menularkan ilmunya ke generasi selanjutnya. Sistem ini berjalan secara terus-menerus!

Melalui pendidikan, putra-putri Indonesia akan memperoleh karakter yang kuat. Mereka juga mampu meningkatkan taraf pribadi, baik untuk kepentingan individu maupun bangsa.

Dengan pendidikan, mereka dapat menemukan jalan dan sarana untuk menggapai impian. Setelah menjadi sosok ahli atau profesional, mereka pasti berguna bagi negara!

Bagi generasi penerus, pendidikan dapat meningkatkan cara berpikir. Ini diperoleh dari kombinasi pengetahuan dan pengalaman. Alhasil, mereka mampu melakukan analisa secara metodis. 

Sistem pendidikan yang baik mengajarkan kreativitas pada generasi bangsa. Mereka menjadi sosok kreatif dan mampu menyelesaikan masalah, baik pada diri sendiri maupun hidup berbangsa. 

Pendidikan menciptakan generasi yang cerdas dan tidak mudah dibodohi oleh bangsa lain. Putra-putri Indonesia yang terdidik memiliki integritas dan moral yang tinggi.

Alhasil, mereka dapat turut serta membangun negara dan menjaga harga diri bangsa Indonesia di mata dunia. 

Masalah Pendidikan di Indonesia

Masalah Pendidikan di Indonesia
keizalinnews.com

Pendidikan di Indonesia tidak lepas dari beragam masalah meskipun sudah dianggap maju.

1. Tidak Ada Payung Hukum

Program wajib belajar dua belas tahun masih belum memiliki back-up hukum. Ini berakibat pada berhentinya program tersebut. Menurut ahli, solusi terbaik adalah mengamandemen pasal terkait.

2. Tingginya Angka Putus Sekolah

Hingga saat ini, angka putus sekolah mengalami kenaikan, baik itu di jenjang SMP maupun SMA. Salah satu penyebabnya adalah pungutan liar! Banyak orang tua tidak mampu dengan biaya ini.

3. Distribusi KIP Terkendala

Kartu Indonesia Pintar terlihat seperti sebuah solusi terbaik untuk pendidikan bagi warga miskin. Masalahnya terletak pada pendistribusian yang tidak tepat sasaran.

Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah perlu mengawasi alokasi, meningkatkan proses penyaluran, dan menindak para penyeleweng dana.

4. Adanya Pungutan Liar

Pendidikan di Indonesia masih diwarnai oleh pungutan liar dan kekerasan. Bahkan, modusnya semakin sulit dilacak. Ini karena beragamnya para pelaku yang terlibat!

Guna mengatasi masalah ini, semua pihak wajib terlibat, termasuk guru, siswa, dan wali murid. Semua wajib berperan untuk mencegah dan menanggulangi kekerasan dalam pendidikan.

5. Pendidikan dan Dunia Kerja Tidak Selaras

Terjadi ketidaksesuaian antara dunia kerja dan pendidikan. Alhasil, banyak lulusan perguruan tinggi yang masih menganggur karena bingung mengimplementasikan ilmu yang mereka peroleh.


Pendidikan merupakan salah satu landasan untuk mengembangkan negara. Banyak jenis pendidikan yang bisa Anda dapatkan beserta manfaat yang berbeda.

Dunia pendidikan selalu berkembang terutama di negara Indonesia yang masih memiliki beragam masalah pada bidang ini. Guna menciptakan generasi penerus yang andal, sistem pendidikan perlu dibenahi.

Untuk mencapai sistem pendidikan yang ideal, semua pihak perlu ikut andil. Ini termasuk pemerintah, lembaga pendidikan, guru, siswa, wali murid, dan organisasi-organisasi terkait. Bukankah demikian?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *