Perdagangan Internasional: Pengertian, Teori, Manfaat, Faktor & Contohnya

Perdagangan Internasional – Dalam masyarakat, dikenal istilah impor dan ekspor. Kedua terma tersebut berhubungan dengan perniagaan atau perdagangan yang dilakukan antarnegara, yang satu berarti mendatangkan produk dagang dari luar ke dalam negeri, sementara yang lain kebalikannya.

Suatu negara melakukan aktivitas ekspor impor tentu memiliki tujuan, baik itu untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri ataupun untuk mencari suatu keuntungan tertentu dengan berbagai macam pertimbangan.

Ekspor dan impor disini merupakan aktivitas dagang yang termasuk dalam perdagangan internasional. Namun, apakah perniagaan internasional terbatas hanya pada kedua aktivitas itu saja? Cari tahu jawabannya dalam tulisan ini.

Pengertian Perdagangan Internasional

Pengertian Perdagangan Internasional
berinovasi.com

Perdagangan internasional adalah perdagangan yang terjadi di antara dua negara berbeda sesuai dengan perjanjian yang sebelumnya telah disepakati oleh kedua pihak.

Pihak-pihak ini dapat mencakup berbagai macam entitas, bisa dalam konteks pemerintah, perusahaan, atau pun individu.

Teori Perdagangan Internasional

Teori Perdagangan Internasional
alihamdan.id

Terdapat dua teori yang digunakan untuk menjelaskan perdagangan internasional, yaitu sebagai berikut.

1. Teori Keunggulan Mutlak

Berdasarkan teori ini, perdagangan internasional dianggap memberi manfaat pada negara yang mampu membuat barang dengan harga yang lebih murah apabila dibandingkan dengan harga yang berlaku di negara lainnya.

Kemampuan suatu negara melakukan produksi barang secara lebih efisien inilah yang akan memberi profit atau keuntungan bagi negara tersebut.

2. Teori Keunggulan Komparatif

Berseberangan dengan teori sebelumnya, teori keunggulan komparatif ini percaya bahwa meskipun tak mempunyai keunggulan mutlak dalam konteks menghasilkan barang, negara itu bisa memanfaatkan produksi barang yang dirasa paling efisien.

Sebagai contoh, Indonesia dengan Amerika Serikat memiliki perjanjian perdagangan internasional dalam sektor hasil pertanian dan produk otomotif.

Meski kedua negara bisa memproduksi barang tersebut, namun terdapat perbedaan efisiensi produksi antara keduanya. Indonesia dikenal lebih produktif dalam menghasilkan produk pertanian sedangkan Amerika Serikat di bidang otomotif.

Apabila hal ini terjadi, kedua negara sama-sama bisa mendapatkan keuntungan komparatif dengan cara Indonesia mengekspor bahan pertanian sedangkan Amerika Serikat mengirimkan produk otomotifnya.

Tujuan Perdagangan Internasional

Tujuan Perdagangan Internasional
ceknricek.com

Salah satu tujuan melakukan perdagangan internasional adalah untuk meningkatkan devisa negara karena perbedaan sumber daya dan kemampuan antara satu negara dengan negara lain akan mendorong terjadinya ekspor-impor.

Mengapa peningkatan devisa penting untuk dilakukan setiap negara?

Pertama adalah untuk terciptanya pertumbuhan ekonomi, yaitu naiknya produk nasional bruto atau gross domestic product (GDP). Umumnya, GDP dihasilkan oleh beberapa elemen produksi milik negara.

Selain itu, devisa dapat memengaruhi stabilitas harga komoditas ekspor, terutama ketika laju inflasi mulai tak terkendali. Untuk menyeimbangkan kembali harga-harga, perlu dilakukan perdagangan internasional dengan mengekspor komoditas tersebut.

Apabila transaksi perdagangan internasional berjalan berkesinambungan, maka akan membuka peluang bagi perusahaan untuk membuka lapangan kerja lebih banyak karena karyawan yang ada tak lagi bisa menangani pesanan yang semakin banyak.

Manfaat Perdagangan Internasional

Manfaat Perdagangan Internasional
pexels.com

Ada beberapa manfaat yang akan dirasakan oleh pihak-pihak terkait dalam perjanjian perdagangan internasional. Di antaranya adalah sebagai berikut.

1. Mampu mendapatkan barang yang tak bisa dihasilkan di dalam negaranya sendiri

Contoh sederhana: masyarakat Indonesia dapat mengendarai kendaraan bermotor yang hampir semuanya adalah barang impor dari negara lain.

Sebagai timbal baliknya, masyarakat luar negeri yang tak memiliki populasi ikan memadai tetap dapat menikmati ikan tuna kualitas premium berkat ekspor dari lautan Indonesia.

2. Memperbaiki kualitas efisiensi produksi dengan cara memperluas pasar

Peningkatan skala produksi hanya dapat tercapai apabila semakin banyak barang yang bisa dijual ke pasar yang lebih luar.

Sedangkan, perdagangan internasional dapat dijadikan cara terbaik untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri. Selain itu, dengan skala produksi yang meningkat, biaya produksi yang ada dapat semakin ditekan. Sehingga akan menghasilkan keuntungan yang berlipat ganda.

3. Mendapatkan keuntungan dan menciptakan diferensiasi produk pada target negara yang menjadi konsumen

Sekalipun ada dua atau lebih negara yang mampu memproduksi barang yang sama, masing-masing produsen dapat menciptakan diferensiasi agar sama-sama memiliki pasar yang luas tanpa menghancurkan satu sama lain.

Sebagai contoh: negara A memproduksi mobil dengan mesin terbaru yang canggih dan desain futuristik. Negara B memproduksi mobil dengan bahan bakar tenaga surya.

Keduanya dapat saling menjalin kerja sama atau memperluas pasar ke negara lain demi tercapainya peningkatan skala produksi yang semakin baik.

4. Mendorong masuknya teknologi baru

Perdagangan internasional dapat menjadi cara yang ditempuh negara berkembang untuk mempelajari teknologi terbaru dari negara maju yang belum ada atau belum diterapkan secara masif di negaranya.

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional

Faktor Pendorong Perdagangan Internasional
pupukkaltim.com

Berikut adalah faktor-faktor pendorong terjadinya perniagaan secara internasional.

1. Sumber Daya Alam

Tidak semua negara diberi anugerah sumber daya alam yang kaya. Ada negara yang kaya akan sumber daya rempah-rempah sehingga bisa mengekspor bumbu tersebut ke negara lain yang tak bisa ditumbuhi tanaman dengan subur.

Ada pula negara yang kaya akan bahan tambang, dan negara lain yang tidak memiliki kekayaan serupa bisa melakukan perdagangan internasional yang saling menguntungkan.

2. Faktor Produksi

Sumber daya alam tak menjadi satu-satunya faktor penentu apakah suatu negara mampu melakukan ekspor atau tidak. Faktanya, negara yang memiliki kekayaan alam melimpah kerap kali tak memiliki kemampuan untuk mengolahnya secara efisien.

Oleh karena itu, negara yang memiliki alam melimpah namun tak mampu mengelolanya bisa bekerja sama dengan negara lain yang memiliki ilmu pengetahuan dan tenaga ahli lebih.

Sehingga, perdagangan internasional yang sama-sama menguntungkan bisa tercapai di kedua belah pihak.

3. Kemampuan Memenuhi Kebutuhan

Tak semua kebutuhan yang pokok dalam negeri mampu dipenuhi oleh produsen lokal. Sehingga, perdagangan internasional dapat menjadi kesempatan emas bagi negara untuk memenuhi kebutuhan negaranya sendiri.

4. Ambisi untuk Memperluas Pasar

Skala ekonomi dalam melakukan proses produksi dapat tercipta apabila pasar yang ada diperluas hingga ke mancanegara. Karena itulah, banyak produsen berusaha mengekspansi pasar luar negeri untuk meningkatkan skala bisnisnya.

5. Kerja Sama dengan Negara Lain

Perdagangan internasional adalah salah satu cara terbaik bagi dua negara atau lebih untuk menjalin kerja sama yang positif. Sehingga, relasi yang terbangun dapat lebih erat dan kerja sama dalam bidang lain dapat tercapai juga.

Faktor Penghambat Perdagangan Internasional

Faktor Penghambat Perdagangan Internasional
tirto.id

Jika ada faktor-faktor yang mendorong, ada pula hal-hal yang menghambat proses perdagangan internasional. Berikut di antaranya.

1. Keamanan Suatu Negara

Sektor keamanan selalu berimbas pada bidang ekonomi. Apabila seseorang merasa tidak aman atau takut untuk bertransaksi, besar kemungkinan para produsen dari luar negeri tidak ingin menjalin kerja sama ekonomi apa pun.

2. Kebijakan di Negara Tertentu

Setiap negara berhak menetapkan kebijakan ekonominya masing-masing. Kerap kali, kebijakan yang ditetapkan pemerintah negara tertentu akan menghambat terjadinya perdagangan internasional.

Contoh: pembatasan impor pada produk tertentu, adanya aturan tarif ekspor dan impor yang tinggi, serta birokrasi yang rumit dan sulit untuk ditembus.

3. Kurs Mata Uang yang Tidak Stabil

Perbedaan mata uang yang digunakan akan membuat kedua belah pihak kesulitan untuk menetapkan nilai tukar valuta asing. Sehingga hal ini akan membawa dampak pada harga penawaran dan permintaan dalam kerja sama dagang.

Salah satu penyebab paling umum mengapa terjadi kurs yang tidak stabil adalah karena krisis global berkepanjangan yang melanda hampir seluruh negara.

4. Perbedaan Mata Uang yang Berlaku

Selama belum ada mata uang yang valid dan dapat digunakan di semua negara yang memiliki perjanjian perdagangan internasional, maka akan selalu ada hambatan yang terjadi.

Jika negara yang melakukan impor mempunyai nilai kurs lebih rendah dibandingkan negara pengekspor, maka dapat terjadi inflasi. Hal ini karena negara pengimpor perlu biaya yang lebih besar untuk membayarnya.

5. Rendahnya Kualitas Sumber Daya

Perbedaan sumber daya antara negara yang memiliki kekayaan berlimpah dan negara yang memiliki teknologi dan ilmu pengetahuan mumpuni dapat menciptakan peluang perdagangan internasional yang saling menguntungkan.

Namun, kedua kondisi ini dapat menciptakan dominasi yang kurang sehat, dan salah satu negara cenderung memonopoli negara lain yang kualitas sumber daya alam dan manusianya relatif rendah. Sehingga, kerja sama dagang internasional yang sehat dapat terhambat.

6. Penerapan Tarif dan Pembatasan Impor

Tidak ada negara yang menginginkan nilai impor lebih tinggi daripada ekspor yang dilakukan. Hal ini karena ekspor menjadi salah satu sumber penghasil devisa dan sebagai indikator pertumbuhan dan kemajuan ekonomi suatu negara.

Untuk menekan sektor impor, beberapa negara menerapkan pembatasan dan penambahan aturan tarif yang ketat. Hal ini akan menghambat negara lain yang mengajak kerja sama dagang dan memilih negara lain yang lebih bersahabat.

7. Terjadi Perang

Tak jauh berbeda dengan sektor keamanan di poin sebelumnya, perang juga menjadi salah satu penghambat besar dalam melakukan perdagangan internasional.

Apalagi jika negara yang terlibat perang adalah pihak-pihak yang sangat berpotensi menjalin kerja sama dengan Indonesia, misalnya.

Perang yang dimaksud tak semata-mata hanya mencakup perang fisik yang memakan korban jiwa, seperti yang saat ini masih terjadi di Timur Tengah.

Namun, perang dagang yang belum lama ini dilontarkan oleh Amerika Serikat dan Cina juga secara tidak langsung dapat menghambat kerja sama dagang internasional.

8. Aturan Anti-Dumping

Peraturan anti-dumping umumnya dilakukan dalam rangka memproteksi industri dan usaha kecil dari gempuran barang murah yang didapat dari hasil impor.

Tanpa kontrol yang kuat dari pemerintah, bukan tak mungkin jika produk dalam negeri akan terlindas dalam persaingan tidak sehat antara barang lokal dan impor.

Oleh karena itu, beberapa negara menerapkan aturan anti-dumping dengan memberi pajak tambahan pada barang impor, supaya barang impor tidak akan dijual lebih rendah daripada harga pasar.

Contoh Perdagangan Internasional

Ada banyak sekali perdagangan internasional yang terjadi di dunia ini. Contohnya, Indonesia melakukan ekspor dan impor dalam bidang migas dan nonmigas ke Amerika Serikat.

breakingnews.co.id

Indonesia juga menjalin kerja sama dagang dengan Ekuador. Indonesia mengekspor mesin pemurni, kertas, dan karet alam. Sebaliknya, Indonesia mengimpor biji kakao, tembakau, reagen laboratorium, pakan ikan, dan bunga potong dari Ekuador.

Dampak Positif-Negatif Perdagangan Internasional

Dampak Perdagangan Internasional
ichef.bbci.co.uk

Dampak positif

  1. Munculnya spesialisasi produksi dari masing-masing negara berdasarkan kekhususan setiap negara, baik dari segi perbedaan sumber daya alam, perkembangan teknologi, maupun yang lainnya.
  2. Memicu kerja sama internasional yang baik di sektor lain.
  3. Menciptakan terjadinya inovasi produk agar tidak tergilas produsen negara lain.
  4. Pemasukan devisa negara meningkat.
  5. Terpenuhinya alat pemuas kebutuhan.

Dampak negatif:

  1. Munculnya ketergantungan pada negara lain yang bisa mengakibatkan konflik di kemudian hari apabila negara pemasok atau pengekspor barang tiba-tiba memutuskan untuk menghentikan suplai barang ke negara pengimpor.
  2. Munculnya penjajah ekonomi. Hal ini terjadi apabila produk lokal tak mampu bersaing dengan produk luar.
  3. Eksploitasi berlebihan pada sumber daya alam dan sumber daya manusia dari negara-negara tertentu.
  4. Persaingan tidak sehat dalam kerja sama dagang internasional.
  5. Pola konsumsi yang cenderung semakin hedonis dan bahkan adanya pergeseran pola perilaku dari suatu negara yang cenderung meniru negara lain yang lebih maju.

Terjawab sudah aktivitas niaga apa saja yang termasuk dalam perdagangan internasional. Selain itu, kini Anda pun sudah mengetahui dampak positif serta negatif yang muncul akibat terjadinya hubungan dagang antardua negara atau lebih.

Yang terbaik memang meningkatkan geliat aktivitas ekonomi lokal, terutama bagi negara berkembang agar tumbuh menjadi negara maju.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *