22+ Tingkatan & Urutan Pangkat Polisi dan Lambangnya, LENGKAP!

Polisi

Urutan Pangkat Polisi – Polisi adalah aparat negara yang mempunyai tugas utama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat Indonesia. Pernyataan tersebut dikuatkan dengan UUD ‘45 pasal 30 ayat 4 yang bunyinya:

“Kepolisian Negara Republik Indonesia sebagai alat negara yang menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, bertugas melindungi, mengayomi, melayani masyarakat, serta menegakkan hukum.”

Polisi memiliki peran yang sangat penting di tengah masyarakat Indonesia. Jadi tidak heran apabila para generasi muda saat ini bercita-cita ingin berprofesi sebagai seorang polisi. 

Tugas dan Fungsi Polisi

Tugas dan Fungsi Polisi
kabarpadang.com

Tugas utama polisi adalah sebagai berikut.

  • Sebagai alat negara penegak hukum, memelihara serta meningkatkan tertib hukum.
  • Sebagai pengayom, memberikan perlindungan dan pelayanan kepada masyarakat bagi tegaknya ketentuan peraturan perundang-undangan.
  • Bersama-sama dengan segenap komponen pertahanan dan keamanan negara lainnya, membina ketenteraman masyarakat dalam wilayah negara guna mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.
  • Membimbing masyarakat demi terciptanya kondisi yang menunjang terselenggaranya usaha dan kegiatan mewujudkan keamanan dan ketertiban masyarakat.

Fungsi polisi adalah sebagai salah satu fungsi pemerintah negara di bidang pemelihara keamanan dan ketertiban masyarakat, penegak hukum, perlindungan, pengayoman, dan pelayanan masyarakat.

Fungsi utama kepolisian meliputi di bawah ini.

1. Tugas Pembinaan Masyarakat

Dalam bidang ini, Polri diberikan tugas sebagai Community Policing dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat secara sosial dan bersifat hubungan mutualisme.

2. Tugas di Bidang Preventif

Di bidang preventif, kepolisian bertugas memelihara keamanan, ketertiban, dan keselamatan masyarakat, benda, dan barang, termasuk memberikan perlindungan dan pertolongan, khususnya mencegah terjadinya pelanggaran hukum.

3. Tugas di Bidang Represif

Tugas ini memuat substansi tentang cara penyidikan dan penyelidikan sesuai dengan hukum acara pidana dan peraturan perundang-undangan lainnya.

Bila terjadi tindak pidana, penyidik melakukan kegiatan:

  • Mencari dan menemukan suatu peristiwa yang dianggap sebagai tindak pidana;
  • Menentukan dapat atau tidaknya dilakukan penyidikan;
  • Mencari, serta mengumpulkan bukti;
  • Membuat terang tindak pidana yang terjadi;
  • Menemukan tersangka pelaku tindak pidana.

Sejarah Singkat Kepolisian RI

Sejarah Kepolisian RI
jurnalsrigunting,com

Pada zaman Kerajaan Majapahit, Patih Gajah Mada membentuk pasukan pengamanan yang disebut dengan Bhayangkara, tugasnya melindungi Raja dan Kerajaan. Inilah kali pertama didirikannya kelompok pengamanan pemimpin dan wilayah.

Kemudia, kepolisian modern Hindia Belanda terbentuk pada tahun 1867–1920. Orang Belanda menyebut pasukan ini dengan Rechts Politie, yang mana pertanggungjawabannya kepada Jaksa Agung atau Procureur General.

Pada saat itu, penduduk pribumi tidak boleh menduduki jabatan tinggi di kepolisian. Pribumi hanya memegang jabatan sebagai mantri polisi, asisten wedana, atau wedana polisi.

Namun, pada akhir tahun 1920, jabatan-jabatan terlarang tersebut mulai dibuka untuk putra-putri pejabat pribumi Hindia Belanda. Kemudian, pada masa penjajahan Jepang, wilayah kepolisian terbagi-bagi menjadi:

  • Jawa dan Madura dengan Jakarta sebagai pusatnya,
  • Sumatra dengan Bukittinggi sebagai pusatnya,
  • Indonesia Timur yang berpusat di Makasar, serta
  • Kalimantan yang berpusat di Banjarmasin.

Sejarah terbentuknya polisi memasuki babak baru, yakni ketika Indonesia memproklamasikan kemerdekaan pada tanggal 17 Agustus 1945. Sejak saat itu, institusi Polri menjadi Kepolisian Indonesia yang merdeka.

Pada tanggal 19 Agustus 1945, dibentuklah Badan Kepolisian Negara (BKN) oleh PPKI. Pada tanggal 29 September 1945, R.S. Soekanto Tjokrodiatmojo dilantik oleh Presiden Soekarno menjadi Kepala Kepolisian Negara (KKN).

Pada tanggal 5 Juli 1959, Presiden mengeluarkan dekrit yang isinya secara garis besar adalah pembentukan ABRI dengan menggabungkan Angkatan Kepolisian dan Angkatan Perang.

Sejarah terbentuknya Polri juga melewati masa reformasi 1998 yang ditandai dengan jatuhnya pemerintahan Orde Baru. Pada saat itu, muncul tuntutan agar Polri dipisahkan dari ABRI. Maka, terbit Instruksi Presiden No. 2 Tahun 1999 yang memisahkan Polri dari ABRI.

Urutan Pangkat Polisi

Urutan Pangkat Polisi
tribratanews.sumbar.polri.go.id.com

Berikut ini adalah urutan pangkat dalam kepolisian.

1. Urutan Pangkat Polisi Tamtama

Merupakan jenjang karir di kepolisian yang paling bawah. Dijabarkan lagi menjadi:

  • Bhayangkara Dua (Bharada),
  • Bhayangkara Satu (Bharatu),
  • Bhayangkara Kepala (Bharaka),
  • Ajun Brigadir Polisi Dua (Abripda),
  • Ajun Brigadir Polisi Satu (Abriptu), dan
  • Ajun Brigadir Polisi (Abrip).

2. Urutan Pangkat Polisi Bintara

Adalah pangkat kepolisian paling banyak dan umum di Indonesia. Satuannya terbagi lagi menjadi:

  • Brigadir Polisi Dua (Bripda),
  • Brigadir Polisi Satu (Briptu),
  • Brigadir Polisi (Brigpol), dan
  • Brigadir Polisi Kepala (Bripka).

3. Urutan Pangkat Polisi Bintara Tinggi

Pangkat polisi ini adalah di atas Bintara, namun masih di bawah Perwira.

  • Ajun Inspektur Polisi Dua (Aipda)
  • Ajun Inspektur Polisi Dua (Aiptu)

4. Urutan Pangkat Polisi Perwira Pertama

Untuk mendapatkan posisi Perwira, ada dua jalur yang dapat digunakan. Pertama, dari umum ke Perwira biasa (Akpol), yang kedua, dari Bintara ke Perwira bisa melalui Akpol, SIP, atau SAG.

  • Inspektur Polisi Dua (IPDA)
  • Inspektur Polisi Satu (IPTU)
  • Ajun Komisaris Polisi (AKP)

5. Urutan Pangkat Polisi Perwira Menengah

Di antara Polisi Perwira Pertama dan Perwira Atas, ada Perwira Menengah yang simbolnya berupa bunga melati berwarna emas.

  • Komisaris Polisi (Kompol)
  • Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP)
  • Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol)

6. Urutan Pangkat Polisi Perwira Tinggi

Urutan pangkat polisi ini ditempati oleh polisi-polisi yang mempunyai pangkat Jenderal.

  • Brigadir Jenderal Polisi (Brigjen Pol)
  • Inspektur Jenderal Polisi (Irjen Pol)
  • Komisaris Jenderal Polisi (Komjen Pol)
  • Jenderal Polisi (Jenderal Pol)

Struktur Wilayah Kepolisian

Struktur Wilayah Kepolisian
akurat.co

Organisasi Kepolisian disusun berjenjang dari pusat hingga ke wilayah/daerah. Organisasi tingkat pusat disebut Markas Besar Kepolisian Negara Republik Indonesia, atau yang lebih dikenal dengan Mabes Polri.

Pembagian wilayah Kepolisian Republik Indonesia didasarkan dan disesuaikan atas wilayah administrasi pemerintahan sipil.

Pimpinan tertinggi Polri disebut dengan Kapolri (Kepala Kepolisian Republik Indonesia) yang bertanggung jawab langsung kepada Presiden. Dalam menjalankan tugasnya, Kapolri dibantu oleh Wakapolri (Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia).

Sedangkan organisasi Polri tingkat kewilayahan disebut Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah (Polda), merupakan satuan pelaksana utama Kewilayahan yang berada di bawah Kapolri.

Polda dipimpin oleh Kapolda (Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia Daerah). Polda menjaga keamanan sebuah provinsi, yang terbagi lagi menjadi beberapa tipe, yaitu:

  • Tipe A-K adalah Polda Metro Jaya. Dipimpin oleh Perwira Tinggi berpangkat Inspektur Jenderal (Irjen) dan
  • Tipe B dipimpin oleh Perwira Tinggi berpangkat Brigadir Jenderal (Brigjen).

Polda membawahi Kepolisian Negara Republik Indonesia Resor (Polres). Setiap Polres menjaga keamanan sebuah Kotamadya atau Kabupaten. Jika sebuah Kotamadya atau Kabupaten dijaga oleh Polres, daerah setingkat Kecamatan dijaga oleh Polsek.

Perwira berpangkat Ajun Komisaris Polisi memimpin Polsek atau Polsekta. Khusus untuk wilayah Jakarta, Polsek dipimpin oleh Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) atau Komisaris Polisi.

Berbeda dengan wilayah lainnya, pada sejumlah daerah di Papua, Polsek dipimpin oleh Inspektur Dua Polisi.

Pasukan Elite Kepolisian

Tak berbeda dengan TNI, Polri pun memiliki pasukan elite yang tak kalah garang. Berikut adalah daftar pasukan elite tersebut.

1. Densus 88

Tim Densus 88
pontas.id

Densus 88 adalah singkatan dari Detasemen Khusus 88 yang dibentuk dengan dasar Skep Kapolri No. Pol: Kep/30/VI/2003 mengenai dibentuknya Detasemen Khusus 88 Antiteror Polri.

Angka 88 itu sendiri diambil dari kata ATA (Anti-Terorism Act) yang jika dilafalkan dalam bahasa Inggris berbunyi ei ti ei (eighty eight). Densus 88 kemudian diresmikan pada tanggal 26 Agustus 2004.

Dalam praktiknya, Densus 88 bertugas menyelenggarakan fungsi intelijen, pencegahan, investigasi, penindakan, dan bantuan operasional dalam rangka penyelidikan dan penyidikan tindakan pidana terorisme.

Selain itu, Densus 88 juga berwenang untuk melakukan penangkapan terhadap terduga teroris dan menetapkan mereka sebagai tersangka.

Anggota Densus 88 dituntut untuk memiliki kemampuan yang memenuhi kualifikasi, di antaranya keterampilan menangani ancaman bom, penyanderaan, intelijen keamanan, pendeteksian, analisis, dan kontra intelijen.

2. Brimob

Polisi Brimob
tribratanewsbengkulu.com

Dalam sejarahnya, Brimob dikenal dengan nama Tokubetsu Keisatsutai atau Pasukan Polisi Istimewa. Pada tanggal 14 November 1961, nama polisi istimewa berubah menjadi Brimob.

Mengetahui kekuatan anggota Brimob yang sangat mumpuni, TNI dan Polri sempat memperebutkan pasukan istimewa tersebut.

Dalam menjalankan tugasnya, Brimob bertugas menangani terorisme, kerusuhan, penegakkan hukum berisiko tinggi, pencarian dan penyelematan (SAR), penyelamatan sandera, serta penjinakan bom (EOD).

Brimob memiliki dua resimen utama, yakni Gegana dan Pelopor. Gegana terbagi  lagi menjadi Intelijen, Jibom, Anti Anarkis, KBR, dan Anti Teror.

Sementara, resimen pelopor terdiri dari empat satuan, yakni Batalion A Resimen III/Pelopor, Batalion B Resimen III/Pelopor, Batalion C Resimen III/Pelopor, dan Batalion D Resimen III/Pelopor Batalion.


Demikianlah tugas, fungsi, sejarah singkat, dan pasukan elite yang dimiliki Polri. Semoga Polri dapat melaksanakan tugasnya dengan baik demi terciptanya masyarakat yang aman dan damai.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *