√ Biografi BJ Habibie Singkat & Lengkap : Nama Lengkap, Riwayat Pendidikan …

Biografi BJ Habibie Singkat – Salah satu orang cerdas yang membuat bangga Indonesia di kancah internasional adalah B.J. Habibie. Semua orang tahu, kejeniusannya dalam ilmu pengetahuan dan teknologi banyak memberikan kontribusi yang besar untuk bangsa Indonesia. 

Banyak kisah inspiratif yang dapat dipetik dalam sejarah hidupnya, mulai kehidupan pribadi hingga sepak terjangnya dalam teknologi dan politik Indonesia. Bapak bangsa yang satu ini, menunjukkan sikap bersahaja, jujur, dan bekerja keras yang dapat dijadikan teladan.

Kelahiran dan Keluarga BJ Habiebie

kelahiran bj habiebie
Kanal247

Lahir pada tanggal 25 Juni 1936 di Kota Pare-pare, Sulawesi Selatan, dengan nama lengkap Bacharuddin Jusuf Habibie, ayahnya bernama Alwi Abdul Jalil Habibie, seorang berdarah Bugis. Beliau adalah seorang ahli pertanian yang sangat taat pada ajaran Islam.

Ibunya Habibie bernama R.A. Tuti Marini yang berasal dari Yogyakarta. Pernikahan mereka dikaruniai delapan orang anak. Habibi merupakan anak keempat dan tumbuh dalam lingkungan keluarga yang rukun serta religius.

Ketaatan ayahnya pada ajaran Islam membuat pembiasaan sehari-hari dalam rumah pun penuh dengan nuansa religi. Beliau sering melantunkan ayat suci Alquran dan seluruh penghuni rumah pun mengikuti jejaknya.

Keluarga Habibie terkenal dengan sikap penghormatannya terhadap adat istiadat Gorontalo. Meski berasal dari Jawa, ibunda Habibie selalu mengutamakan budaya suaminya dalam setiap momen penting keluarganya.

Kehidupan Masa Kecil Bj Habiebie

masa kecil bj habibie
kaskus.id

Habibie kecil tumbuh menjadi anak yang taat terhadap orang tua. Kecerdasannya sudah nampak dengan pencapaiannya ketika lancar membaca Quran saat usia tiga tahun. Habibie juga sudah dikenal sebagai anak pemberani, tegas, dan rajin.

Lingkungan keluarga yang harmonis menjadikan Habibie anak yang penuh dengan kasih sayang. Hubungan dengan saudara-saudaranya sangat erat. Ini disebabkan peran ayah dan ibunya yang selalu mengarahkan anak-anaknya untuk selalu hidup rukun.

Habibie juga memiliki hobi berenang dan menunggang kuda. Saat itu, transportasi yang ada berupa dokar, sehingga keluarga Habibie memiliki beberapa ekor kuda. Habibie dan kakaknya sering menunggang kuda dan memandikannya di sungai.

Kegiatan berenang akan dilakukan setelah mereka berdua memandikan kuda-kudanya di sungai. Kegiatan ini sangat digemari oleh Habibie karena dapat merasakan keindahan alam di desanya sambil bermain dan melakukan hal berguna untuk membantu orang tuanya.

Habibie kecil hingga dewasa memiliki makanan favorit. Dia sering meminta ibunda untuk membuatkannya “sagela”. Makanan yang memiliki bahan dasar ikan kering dengan bumbu merah atau sering juga disebut dengan sambal ikan kering.

Habibie juga sudah gemar dengan buku sehingga banyak menghabiskan waktunya untuk membaca. Ketertarikannya pada pesawat juga muncul karena sejak kecil dia telah bermimpi dapat mengunjungi sanak saudaranya yang jauh dengan menggunakan pesawat.

Namun, masa kecil Habibie juga memiliki saat yang sedih, yaitu pada saat Ayahanda tercinta meninggal dunia pada saat dia berusia 14 tahun. Kejadian ini sangat membuatnya terpukul karena kehilangan figur yang selalu menjadi panutan dan teladan baginya.

Kehidupan Masa Remaja Bj Habiebie

remaja habiebie
Liputan6.com

Setelah ayahnya meninggal, keluarga Habibie pindah ke Bandung. Ibunya menjual rumah dan kendaraan untuk dijadikan bekal kehidupannya di Bandung. Pada saat inilah, dimulai perjuangan nyata dari seorang ibu tunggal untuk menghidupi keluarganya.

Ibunda Habibie bekerja dengan sekuat tenaga untuk membiayai kehidupan anak-anaknya. Dia bersumpah untuk menjadikan anak-anaknya dapat mengenyam pendidikan yang baik dan menjadi sukses.

Saat itu, Habibie melanjutkan pendidikan pertamanya di Bandung, yaitu masuk ke Sekolah Menengah Atas Kristen Dago. Habibie mulai menunjukan prestasi yang sangat baik, terutama di mata pelajaran eksak.

Kepandaiannya di sekolah membuat Habibie menjadi sosok yang mudah dikenal. Dia tumbuh menjadi remaja yang pintar dan menunjukkan sikap positif. Pihak sekolah pun kerap membanggakan Habibie sebagai pelajar yang berprestasi.

Cita-citanya masuk ke ITB membuatnya belajar dengan sungguh-sungguh dan bekerja keras untuk ikut membantu ibunya. Semua usaha yang gigih itu ternyata membuahkan hasil. Habibie akhirnya bisa masuk ke ITB pada tahun 1954.

Pendidikan BJ Habiebie

pendidikanbj habiebie
InfoPublik

Pendidikan Habibie terbilang sangat sukses. Kecerdasannya yang luar biasa membuat jalur pendidikan mulai terbuka lebar setelah masuk ke ITB. Saat itu, Habibie yang mengambil jurusan Teknik Mesin tidak selesai karena mendapatkan beasiswa untuk ke Jerman.

Pada masa pemerintahan Presiden Soekarno, Habibie masuk ke dalam program beasiswa besar-besaran untuk anak bangsa yang berprestasi. Habibie mendapatkan kesempatan belajar di Rhein Westfalen Aachen Technische Hochschule.

Di sana, dia mengambil Jurusan Penerbangan dengan spesialisasi Kontruksi Pesawat Terbang. Habibie mendapatkan pendidikan terbaik tentang pembuatan pesawat terbang, sehingga bukan hanya teori yang didapat melainkan juga praktik langsung.

Kegiatan belajarnya ini dilalui dengan sungguh-sungguh dan penuh kerja keras. Kehidupan Habibie di Jerman selalu dipenuhi dengan aktivitas positif yang berhubungan dengan studinya. Dia ingin memberikan hasil terbaik untuk membuat bangga ibunya.

Pada tahun 1960, Habibie mendapatkan gelar Diploma Ing dari Technise Hochscule dengan predikat Cum Laude. Ini sebuah prestasi gemilang yang tak hanya membuat bangga keluarga, namun juga bangsa Indonesia.

Akhirnya, dengan berbekal gelar Insinyur ini, Habibie dapat bekerja di sebuah perusahaan di Jerman. Firma Talbot, merupakan industri kereta api yang besar di Jerman. Habibie memiliki andil besar dalam menciptakan kereta dengan mengaplikasikan cara kontruksi sayap pesawat terbang yang diterapkan pada wagon.

Tak puas dengan gelar Insinyur, Habibie pun melanjutkan hasrat belajarnya di Technische Hochschule Die Facultaet de Fuer Maschinenswesen Aachen. Studinya saat itu menuntut Habibie usaha yang lebih besar, karena dia harus bekerja dan belajar secara bersamaan.

Saat itu juga dia telah menikah dengan Hasri Ainun. Mereka berjuang bersama untuk membina rumah tangga dan mewujudkan cita-cita di negara lain. Hal yang paling dirasakan pada masa ini adalah dalam mengatur waktu dan keuangan agar dapat tetap bertahan.

Semua perjuangan terbayar sudah ketika Habibie akhirnya mendapat gelar Doctor Ingenier dengan nilai Summa Cumlaude. Nilai rata-ratanya adalah 10, sebuah nilai sempurna yang patut mendapatkan acungan jempol.

Perjalanan Hidup dan Karier Habibie

Republika Online
Republika Online

1. Pernikahan Bersama Hasri Ainun Habibie

Siapa yang tak tahu mengenal kisah cinta Habibie dan Ainun? Film yang mengangkat percintaan abadi dan inspiratif ini telah banyak dinikmati oleh banyak masyarakat Indonesia. Banyak nilai positif yang dapat diambil dari perjalanan hidup mereka.

Hasri Ainun Habibie merupakan teman kecil Habibie saat bersekolah di Bandung. Pertemanan mereka sempat terpisah karena Habibie harus melanjutkan studinya ke Jerman.

Sedangkan, Ainun melanjutkan pendidikannya di Bandung hingga akhirnya bekerja di RSCM Jakarta.

Sewaktu Habibie pulang ke Indonesia, dia menyempatkan diri untuk menemui Ainun. Mereka akhirnya memutuskan untuk melanjutkan hubungan yang lebih serius. Habibie dan Ainun menikmati kebersamaannya di Jakarta seperti seperti pasangan muda-mudi lainnya.

Pada tanggal 12 Mei 1962 Ainun resmi dipersunting oleh Habibie. Mereka dikaruniai dua orang putra, Ilham Akbar dan Thareq Kemal. Kedua anaknya ini pun mengikuti jejak sang ayah, menekuni dunia teknologi dan berprestasi dalam pendidikannya.

Ainun dikenal sebagai figur yang sangat berarti dalam hidup Habibie. Kesetiaan dan cinta kasihnya yang besar membuat Habibie mampu melewati setiap masa sulit dalam kehidupan kariernya.

Di awal pernikahan, Ainun harus memulai rumah tangganya dalam kesulitan perekonomian sehingga menuntutnya untuk lebih sederhana dan kreatif untuk memenuhi kebutuhan rumah tangga dan anak-anaknya.

Ibu Ainun yang memiliki pendidikan tinggi juga menjadi salah satu faktor kepandaian beliau dalam mendidik kedua putranya. Bahkan, ketika mendampingi suaminya berkarier, Ainun tetap memberikan kontribusi yang besar.

Ibu Hasri Ainun Habibie lebih dahulu meninggalkan suaminya, yaitu pada tanggal 22 Mei 2010 saat berusia 72 tahun. Beliau meninggal karena menderita kanker ovarium dan mendapatkan pengobatan di rumah sakit Ludwig-Maximilians-Universitat, Klinikum Grosshadern, Munchen, Jerman.

Beliau menjalani sembilan kali operasi yang terdiri dari empat operasi utama dan lima kali operasi eksplorasi. Namun, kondisinya semakin kritis dan akhirnya tak dapat diselamatkan, walau tim dokter telah berupaya dengan maksimal.

Jenazah diberangkatkan ke Indonesia pada tanggal 24 Mei 2010 dan dikebumikan pada hari itu juga di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Kepergian Ainun sangat membuat Habibie sedih dan terpuruk. Habibie kehilangan sosok yang selalu setia menamaninya dalam suka dan duka.

2. Awal Karier politik Habibie

Pos Kupang

Setelah lama tinggal di Jerman, akhirnya Habibie memutuskan untuk pulang ke Indonesia. Ia ingin mengabdikan dirinya untuk bangsanya sendiri.

Hingga akhirnya Habibie mendapat kesempatan menjadi Menteri Negara Ristek/Kepala BPPT pada masa kepemimpinan Presiden Soeharto.

Posisi ini diemban dalam kurun waktu yang cukup lama, yaitu 20 tahun. Dia juga menjadi pemimpin di perusahaan BUMN Industri Strategis selama 10 tahun. Semua kiprahnya ini tak lepas dari keahliannya di bidang ilmu dan teknologi.

Pada tanggal 14 Maret 1998, saat menjabat Menteri Riset dan Teknologi, beliau diangkat menjadi wakil Presiden Soeharto. Namun, ini tak berlangsung lama, karena kondisi Indonesia yang semakin terpuruk dan menyebabkan Soeharto harus mundur dari kekuasaannya.

Pada tanggal 21 Mei 1998, Habibie menggantikan posisinya menjadi Presiden Indonesia yang ketiga. Namun, masa jabatannya hanya bertahan selama satu tahun saja. Politik Indonesia semakin bergejolak dan menuntut beliau untuk melepaskan jabatannya.

3. Kehidupan Habibie Setelah Lepas dari Politik

bj habiibie
LindungiHutan

Kondisi tanah air membuatnya tertekan dan tidak nyaman, akhirnya beliau memutuskan untuk mengundurkan diri dari jabatan orang nomor satu di Indonesia. Namun sayang, pidato pertanggungjawabannya di sidang MPR mendapat penolakan.

Hal ini disebabkan karena beberapa anggota MPR menyesalkan lepasnya provinsi Timor Timur dari Indonesia. Padahal, kondisi itu telah mendapat penjelasan dengan menghadirkan fakta dari Habibie.

Setelah resmi menjadi warga negara biasa, akhirnya Habibie dan Ainun memutuskan untuk tinggal kembali di Jerman.

Walau sesekali pulang ke Indonesia, Habibie lebih banyak menghabiskan waktunya di negara yang telah menjadi tempat kedua yang berarti dalam hidupnya.

Jasa Habibie untuk Indonesia

Liputan6.com

1. Kontribusi dalam Dunia Penerbangan

Pada tahun 1995, Habibie berhasil membuat sebuah pesawat terbang yang diberi nama N250 Gatot Kaca. Sebuah pesawat yang dia kerjakan dalam sebuah perusahaan negara yang dibentuk pada masa pemerintahan Orde Baru, yaitu IPTN.

Pesawat ini adalah buah karya dari kerja kerasnya membuat rancangan selama 5 tahun. Pesawat Gatot Kaca adalah pesawat pertama dan satu-satunya di dunia yang menggunakan teknologi Fly By Wire.

Sebuah teknologi yang dapat menggerakkan pesawat tanpa adanya guncangan yang berlebihan. Ini merupakan teknologi yang tercanggih yang mendapat mengakuan dari dunia internasional khususnya dalam dunia penerbangan.

Namun sayang, pada saat terjadi krisis moneter, Presiden Soeharto menutup IPTN. Padahal, saat itu Gatot Kaca sedang berada dalam masa kejayaan dan akan mendapatkan sertifikat Federal Aviation Administration.

Saat itu menjadi guncangan terhebat juga bagi Habibie, karena dia yang menjadi pimpinan IPTN harus menyaksikan 16.000 karyawannya harus berhenti dan mencari pekerjaan di tempat lain.

N250 Gatot Kaca merupakan bukti dari implementasi ilmu yang dimiliki oleh Habibie untuk mengharumkan bangsa Indonesia, walau tidak mendapatkan hasil yang maksimal karena terhambat oleh kondisi negara saat itu.

2. Kontribusi dalam Dunia Politik

Beberapa kebijakan dalam dunia politik telah memberi kontribusi yang besar untuk masayarakat Indonesia. Kebijakan yang dituangkan dalam undang-undang pada umumnya memberikan jaminan demokrasi seluas-luasnya pada masyarakat.

Tiga undang-undang yang berhasil dibuat adalah

  • UU no. 2 tahun 1999 tentang Partai Politik,
  • UU no. 3 tahun 1999 tentang Pemilu, dan
  • UU no. 4 tahun 1999 tentang Susunan Kedudukan DPR/MPR.

Selain itu, ada juga beberapa ketetapan yang berhasil dirumuskan dan disahkan oleh MPR.

3. Kontribusi dalam Dunia Ekonomi

Walau tak menjabat lama saat menjadi Presiden, namun Habibie mampu memberikan hal penting untuk memperbaiki perekonomian Indonesia.

  • Menaikkan nilai rupiah yang saat itu merosot tajam karena krisis moneter.
  • Membentuk BPPN dan unit Pengelola Aset Negara sebagai bentuk restrukturisasi dan rekapitulasi perbankan.
  • Melakukan likuidasi terhadap bank-bank yang memiliki masalah.
  • Membuat lembaga pemantau dan penyelesaikan utang luar negeri.
  • Melakukan implementasi dan reformasi ekonomi untuk memenuhi syarat IMF.

Masih banyak lagi kontribusi lain yang diberikan selama menjabat sebagai Presiden. Namun, krisis moneter yang terjadi membuat Indonesia semakin terpuruk dengan gejolak politik yang juga semakin memanas.

Akan tetapi, kebijakan yang dibuatnya mampu membuat bangsa Indonesia dapat bertahan dan melakukan kehidupan perekonomian walau berada dalam tekanan ekonomi yang besar.

5. Kontribusi dalam Dunia Pendidikan

Setelah melepaskan jabatannya dari presiden, Habibie kembali aktif di dunia pendidikan. Beliau masih memberikan kuliah terbuka dan menghadiri seminar yang berhubungan dengan teknologi.

Selain itu, beliau mendirikan Habibie Center, sebuah organisasi yang mengusung tema demokrasi dan modernisasi. Organisasi ini juga memiliki program pemberian beasiswa pada anak bangsa yang mau belajar di dalam atau pun luar negeri.

Beliau juga tetap produktif dalam membuat pesawat di perusahan yang dibuat oleh dia dan anaknya. PT. Regio Aviasi Industri, merupakan perusahaan yang bergerak di bidang perancangan, pengembangan, dan manufaktur pesawat terbang.

Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kedua anaknya ini memang memiliki minat, bakat, dan kemampuan yang sama. Sehingga, dapat menjadi modal untuk mengembangkan usaha keluarga di bidang yang dikuasai bersama.

Inspirasi Habibie untuk Masyarakat Indonesia

habiebie
Media Indonesia

Begitu banyak kontribusi yang dilakukan oleh Habibie untuk bangsa ini. Semuanya dilakukan dengan penuh tanggung jawab dan cerminan sikap nasionalisnya. Walau berada dalam tekanan, beliau masih dapat memberikan pemikiran terbaiknya untuk menyelesaikan masalah berat dalam pemerintahan saat itu.

B.J. Habibie dengan semua prestasinya menjadi inspirasi bagi banyak anak muda Indonesia. Tak hanya membuat harum bangsa Indonesia di kancah internasional, individu yang satu ini mampu menghipnotis masyarakat dengan kehidupan pribadinya.

Beberapa buku sempat ditulisnya untuk menuangkan ide, pendapat, dan perasaannya. Buku Habibie dan Ainun merupakan goresan tangan sebagai tanda cinta pada istrinya.

Sedangkan buku Detik-Detik yang Menentukan adalah buku yang bercerita tentang kisah hidupnya selama menggeluti dunia politik.

Kehidupannya bersama istri tercinta yang diangkat menjadi sebuah film, telah menjadi sorotan publik. Banyak nilai positif yang dapat dijadikan teladan bagi para pemuda Indonesia untuk berprestasi dan memiliki kehidupan pribadi yang lebih baik.


Demikian ulasan biografi B.J. Habibie, semoga dapat menjadi bahan referensi dan inspirasi bagi Anda semua.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *