9 Contoh Teks Negoisasi Beserta Stukturnya | Panjang – Pendek

Contoh Teks Negoisasi

Contoh Teks Negoisasi – Dalam kehidupan sehari-hari, Anda pasti sering mendengar kata negosiasi. Negosiasi merupakan salah satu wujud dari musyawarah, sebagai sarana menemukan kata sepakat antara dua pihak yang bekerja sama.

Untuk lebih jelasnya tentang negosiasi, mari simak penjelasan berikut ini.

Pengertian Teks Negosiasi

contoh teks negosiasi
sumber : yuridis.id

Secara umum negosiasi mengandung pengertian, yaitu suatu bentuk interaksi sosial antara beberapa pihak yang bertujuan untuk mencapai kesepakatan bersama. Kesepakatan tersebut harus menguntungkan semua pihak yang terlibat dalam negosiasi.

Berdasarkan hasil penelusuran di KBBI Daring, ditemukan bahwa negosiasi adalah proses tawar-menawar dengan jalan berunding untuk mencapai kesepakatan bersama antara satu pihak dengan pihak yang lain. Pihak-pihak ini dapat berupa perorangan, kelompok, atau organisasi.

Masih merujuk dari sumber KBBI Daring, negosiasi juga diartikan sebagai sebuah proses penyelesaian sengketa secara damai melalui perundingan antara pihak-pihak yang berselisih. Negosiasi menjadi solusi untuk menentukan cara terbaik menyelesaikan perselisihan.

Para ahli komunikasi sejak lama menaruh perhatian pada aktivitas negosiasi. Para ahli menawarkan pendapat dan memberi pengertian berbeda tentang negosiasi. Berikut beberapa di antaranya.

  1. Ulinuha (2013): Negosiasi berasal dari Bahasa Inggris ‘negotiation’. Dalam pengertian secara umum adalah proses tawar-menawar dengan cara berunding untuk mencapai kesepakatan kedua belah pihak.
  2. Robbins (2003): Negosiasi adalah sebuah proses yang di dalamnya dua pihak atau lebih bertukar barang dan jasa dan berupaya menyepakati tingkat kerja sama tersebut bagi mereka.
  3. Jackman (2005): Negosiasi adalah sebuah proses yang terjadi antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya memiliki pemikiran berbeda, hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

Berdasarkan beberapa rumusan pengertian di atas, dapat diambil kesimpulan mengenai teks negosiasi, yaitu proses tawar-menawar atau perundingan untuk mencapai kesepakatan saling menguntungkan yang dituangkan dalam bentuk wacana tertulis.

Pelaku negosiasi bisa dua pihak atau lebih. Kepentingan dan tujuan setiap peserta negosiasi bisa berbeda-beda. Akan tetapi, semua pihak yang terlibat dapat memahami bahwa mereka harus saling berkompromi untuk mencapai tujuan masing-masing.

Ciri-Ciri Teks Negosiasi

ciri ciri teks negosiasi
sumber : legionfg.ru

Negosiasi merupakan bentuk komunikasi dua arah. Pelakunya disebut dengan negosiator atau komunikator dan komunikan. Sebuah wacana tertulis dapat dapat dikatakan sebagai bentuk teks negosiasi apabila memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

  1. Teks tersebut mengetengahkan pihak yang bernegosiasi. Sebagai contoh dalam kegiatan perdagangan formal, teks negosiasi dilakukan oleh pihak penjual dan pembeli. Penjual dan pembeli menyepakati hasil negosiasi dalam bentuk perjanjian atau persetujuan.
  2. Teks negosiasi tentu saja memuat suatu permasalahan yang menjadi tema utama pelaksanaan aktivitas tersebut. Tema ini bisa meliputi penyebab terjadinya masalah, pertimbangan-pertimbangan, dan usulan solusi untuk masalah tersebut.
  3. Teks negosiasi ditujukan untuk meraih keputusan bersama yang saling menguntungkan. Masing-masing pihak tentunya memiliki kepentingannya masing-masing. Dengan adanya negosiasi, pihak-pihak yang terlibat dapat memenuhi setiap kepentingannya.
  4. Teks negosiasi mengandung unsur kerja sama antara setiap pihak yang terlibat di dalamnya. Tanpa adanya kerja sama, mustahil menemukan solusi dari suatu masalah. Jika terjadi negosiasi, berarti semua pihak secara tidak langsung bersedia untuk bekerja sama.
  5. Seperti pada poin ke-2, teks negosiasi memuat suatu permasalahan. Permasalahan ini sebelumnya bersifat abstrak. Namun, setelah dituangkan dalam teks negosiasi, kedua pihak dapat mengetahui permasalahan yang nyata terjadi.

Manfaat Negosiasi

manfaat negosiasi
sumber : pxhere.com

Banyak hal terjadi dalam kehidupan sehari-hari. Masalah bisa saja muncul tiba-tiba tanpa permisi. Setiap masalah tersebut membutuhkan solusi pemecahan yang efektif, salah satunya dengan cara negosiasi.

Selain itu, negosiasi juga memiliki manfaat yang lebih luas, di antaranya sebagai berikut.

  1. Negosiasi dapat menciptakan hubungan kerja sama antara pihak satu dengan yang lain. Pihak-pihak yang terlibat dalam negosiasi dapat memenuhi tujuannya masing-masing, meski kepentingan antara keduanya berbeda.
  2. Negosiasi memungkinkan terjadinya kesepakatan yang saling menguntungkan antara semua pihak yang terlibat. Proses ini menciptakan suasana kerja sama yang saling pengertian. Setiap pihak saling memahami apa yang menjadi kebutuhan masing-masing.
  3. Negosiasi meminimalisasi kesenjangan antara kedua pihak, apabila para pelakunya berasal dari kelas yang berbeda. Semua pihak dianggap sama rata meskipun masing-masing memiliki tujuan yang berbeda.
  4. Negosiasi merupakan salah satu solusi damai bagi pihak-pihak yang bertikai. Solusi ini bisa dijalankan tanpa disertai kekerasan fisik dan penyalahgunaan wewenang. Setiap pihak yang terlibat pun dapat memenuhi kebutuhannya masing-masing tanpa saling merugikan.
  5. Negosiasi membuat interaksi dan komunikasi antara pihak-pihak yang berselisih paham dapat tercipta secara positif. Setiap tujuan yang dapat terakomodasi selanjutnya memberi dampak positif pula bagi banyak kalangan.

Nah, seperti telah disebutkan di awal penjelasan, negosiasi merupakan salah satu perwujudan dari musyawarah untuk mufakat. Berarti, negosiasi telah menjadi aktivitas yang sejak lama telah dilakukan masyarakat secara turun-temurun, khususnya di Indonesia.

Tujuan Negosiasi

tujuan negosiasi
sumber : psa.asn.au

Aktivitas negosiasi bisa dilakukan oleh siapa saja, baik oleh perorangan, kelompok masyarakat, organisasi pemerintah, maupun instansi bisnis. Kegiatan ini pun dapat dipakai dalam berbagai bidang kehidupan, terutama terkait segala permasalahan yang terjadi di tengah masyarakat.

Karena dapat diaplikasikan dalam berbagai bidang dan oleh siapa saja, berarti tujuan dilakukannya negosiasi juga tergantung dari pihak-pihak yang melaksanakannya.

Namun, hampir sama dengan manfaatnya, negosiasi dapat dirumuskan menjadi lima tujuan, di antaranya sebagai berikut.

  1. Secara umum dapat dikatakan bahwa proses negosiasi dilakukan karena pihak-pihak yang terlibat membutuhkan cara untuk memenuhi tujuannya masing-masing. Untuk itu, setiap pihak harus mencapai kesepakatan dan persamaan persepsi demi kepentingannya.
  2. Kesepakatan yang dihasilkan dalam proses negosiasi seharusnya menguntungkan semua pihak yang terlibat. Apabila salah satunya mengalami kerugian, berarti proses tersebut tidak berjalan dengan baik. Karena tujuan negosiasi adalah menguntungkan semua pihak.
  3. Setiap orang memiliki cara pandang dan kepentingan yang berbeda. Apabila perbedaan tersebut menimbulkan ketersinggungan antara beberapa pihak, negosiasi dapat menjadi jalan untuk mempersatukannya.
  4. Perbedaan cara pandang dan kepentingan suatu waktu akan menimbulkan gesekan atau perselisihan. Tentunya itu adalah hal yang negatif. Namun, melalui negosiasi, dapat dirumuskan solusi perselisihan tersebut, sehingga arahnya menjadi lebih positif.
  5. Negosiasi dapat mencegah terjadinya dampak buruk secara lebih luas. Ketika pihak-pihak berbeda kepentingan saling berselisih, akan berimbas pula pada pihak lain di sekitarnya. Namun, dengan negosiasi, kemungkinan dampak negatif itu dapat dicegah.

Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa kegiatan negosiasi sepenuhnya mengarah pada tujuan yang positif. Jika tidak, berarti ada yang salah dalam proses tersebut. Bisa jadi terjadi manipulasi atau bentuk ketidakjujuran lainnya sehingga menimbulkan kerugian.

Namun, ada kalanya sebuah negosiasi berjalan alot, karena masing-masing pihak bersikukuh dangan pendiriannya sekaligus enggan memahami kepentingan yang lebih luas. Pada saat itulah diperlukan seorang negosiator untuk menengahi kepentingan dari pihak yang berselisih.

Struktur Teks Negosiasi

syarat negosiasi
sumber : videoblocks.com

Baik teks negosiasi formal maupun kasual, keduanya memiliki struktur baku yang sama. Ada pembuka, isi, dan penutup. Namun, jika ditelaah secara lebih mendetail, struktur teks dapat dijabarkan sebagai berikut.

1. Pendahuluan/ Pembuka

Hampir sama dengan susunan percakapan atau wacana tertulis dalam bentuk yang lainnya, teks negosiasi dimulai dengan pendahuluan. Pendahuluan memuat ajakan untuk memulai pembicaraan, bisa berupa ucapan salam atau sapaan hormat lainnya.

Kemudian, dilanjutkan dengan perkenalan antara masing-masing negosiator. Para pihak yang berselisih biasanya memanfaatkan negosiator, jika masalah yang dihadapi berskala cukup besar, melibatkan pihak yang lebih luas, atau proses itu wajib dilakukan secara formal.

Pada tahap ini, masing-masing pihak atau yang diwakili negosiator mempersiapkan segala hal yang dibutuhkan. Ini meliputi segala peralatan untuk memaparkan pandangan masing-masing, pencatatan, dokumen pendukung, sampai draf perjanjian kesepakatan.

Dalam kegiatan negosiasi nonformal, misalnya yang terjadi antara penjual dan calon pembeli di pasar, proses pendahuluan ini dapat terjadi tanpa adanya perkenalan. Kecuali, jika kedua pihak berinteraksi cukup sering, sehingga masing-masing akhirnya menjadi lebih akrab.

2. Isi/ Inti Negosiasi

Selanjutnya, pendahuluan diikuti dengan negosiator mengungkap inti permasalahan yang terjadi. Sebelumnya, permasalahan ini bersifat abstrak, tetapi kemudian dipaparkan agar semua pihak mengetahui bahwa perkara tersebut nyata terjadi.

Setiap pihak yang terlibat, atau yang diwakili oleh negosiator, memberikan penjelasan mengenai masalah masing-masing dan dampak yang mungkin ditimbulkan olehnya. Bila perlu menggunakan data autentik dan dokumen pendukung sebagai bukti penguat.

Selanjutnya, semua pihak menyampaikan gagasan solusi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut. Bisa dilakukan secara bergiliran, atau masing-masing saling berdiskusi demi menemukan solusi terbaik bagi kedua belah pihak.

Jika negosiasi berjalan tanpa hasil kesepakatan, proses ini dapat diulangi lagi dari awal di waktu yang lain. Namun, biasanya prosedur tersebut hanya terjadi apabila masalah yang dihadapi benar-benar pelik dan kompleks bagi kedua belah pihak.

Umumnya, akan ada mediasi untuk mempersingkat waktu pada negosiasi yang rumit atau tenggat waktu yang menjepit. Ini merupakan salah satu jalan agar pihak yang terlibat dapat saling memahami kepentingan satu sama lain, demi kepentingan yang lebih luas.

3. Penutupan

Pada bagian inilah para peserta negosiasi menyepakati solusi-solusi yang telah dipaparkan sebelumnya. Kesepakatan dapat dituangkan dalam bentuk dokumen tertulis atau perjanjian dengan masing-masing pihak negosiator membubuhkan tanda tangannya.

Pada situasi formal, proses ini biasanya juga melibatkan instansi hukum sebagai saksi sekaligus pemangku wewenang apabila terjadi pelanggaran negosiasi. Namun, diharapkan semua pihak terlibat dapat mematuhi keputusan akhir ini secara bertanggung jawab.

Keputusan final ini bisa berlaku seterusnya, atau dibatasi pada kegiatan negosiasi ulang jika memungkinkan. Ketika kesepakatan terjadi, kedua pihak dapat menjalin interaksi secara lebih jelas, dan memungkinkan pula adanya negosiasi untuk masalah lain di masa depan.

Peran negosiator begitu penting dalam proses negosiasi. Oleh karena itu, dirinya harus memiliki keahlian komunikasi yang baik, serta mempunyai pemahaman teknis terhadap setiap permasalahan yang terjadi secara menyeluruh dan komprehensif.

Contoh Penulisan Teks Negosiasi

contoh teks negosiasi kerja
sumber : solarheateurope.eu

Dalam praktiknya, negosiasi bisa dilakukan dalam suasana formal maupun nonformal. Bantuan negosiator dan turun tangan pemerintah baru dibutuhkan apabila masalah yang dihadapi cukup krusial, melibatkan khalayak banyak, serta berpotensi menimbulkan dampak lebih luas.

Untuk mengetahui praktiknya secara lebih jauh, berikut ini akan dipaparkan beberapa contoh teks negosiasi, baik pada peristiwa formal maupun nonformal. Di antaranya berbentuk surat resmi dan sebagian lagi dalam bentuk teks percakapan biasa.

1. Contoh Teks Negosiasi Jual-Beli

contoh penulisan negosiasi proyek
sumber : encoreconstruction.net

Salam hormat, Bapak Haji Sulaiman. Melalui surat ini saya bermaksud menawarkan penjualan kendaraan alat berat untuk memenuhi kebutuhan usaha pertambangan Anda. Saya sanggup menyediakan alat-alat berat berikut pengiriman dan konstruksinya langsung di lokasi proyek.

Apabila hal ini dapat ditindaklanjuti, saya berharap bapak lebih dahulu mengajukan permintaan pembelian yang berisi jenis kebutuhan peralatan dan kuantitasnya. Saya tawarkan potongan sebesar 20% dari total harga setiap pembelian kendaraan alat berat dari perusahaan saya.

2. Contoh Teks Negosiasi di Sekolah

contoh penulisan negosiasi sekolah
sumber : wisegeek.com

 

Guru  : “Selamat siang, anak-anak. Hari ini bapak mau izin untuk tidak mengajar. Karena bapak mendapat panggilan rapat di Dinas Pendidikan. Jadi sekarang, kalian saya beri pilihan tugas, membaca buku paket lalu merangkumnya, atau menjawab soal-soal di buku LKS.”

Murid 1    : “Menjawab soal saja, pak. Lebih cepat selesainya. “

Murid 2    : “Iya, pak. Sepertinya semua setuju.”

Guru        : “Boleh saja. Tapi apakah kalian bisa menjamin tidak saling mencontek dan tidak membuat gaduh di kelas, apalagi keluar dan mengganggu siswa di kelas lain? Karena kalau tidak, saya akan meminta tolong Pak Damar untuk menunggui kalian.”

Semua murid : “Kami berjanji, pak.”

Ketua kelas     : “Benar, pak. Saya akan membantu teman-teman agar bisa melakukan yang bapak perintahkan.”

Guru                : “Baiklah, ambil buku LKS kalian. Dan kerjakan soal-soal pada halaman 12 sampai 15. Setelah sudah, kumpulkan di meja saya di ruang guru. Nanti saya akan memeriksanya.”

 

3. Contoh Teks Negosiasi 2 Orang

contoh teks negosiasi sehari hari
sumber : davisenterprise.com

Adik     : “Mbak, antar aku ke toko DVD mau, enggak?”

Mbak   : “Mau cari film apa, sih? Tumben amat. Kan, punya Mbak juga banyak. Tonton aja, tuh.”

Adik     : “Ih, sok banget. Emang, Mbak punya Game of Thrones?”

Mbak   : “Wah, nih anak nonton film kayak gitu mau jadi apaan besok?”

Adik     : “Ayolah, Mbak. Dapet tugas bikin resensi, nih, dari Bu Martha. Ntar aku yang bayar parkir, deh. Plus, makan piza aku yang traktir.”

Mbak   : “Hm… enggak usah. Nanti Mbak pinjem DVD-nya aja kalau tugasmu sudah kelar. Dari dulu pengin nonton film itu, tapi kelupaan terus tiap keluar.”

Adik     : “Deal! Yey! Ayo berangkat, Mbak, cepetan!”

 

4. Contoh Teks Negosiasi tentang Pendidikan

contoh teks negosiasi sekolah
sumber : stcenturycenter.org

 

Mahasiswa 1   : ”Saya yang menghadap Ibu dan mengajukan judul karya ilmiah ini duluan, Bu.”

Mahasiswa 2   : “Tapi saya yang memberikannya dari awal, Bu. Kami memang pernah mendiskusikannya, tetapi saya tak menyangka kalau dia menggunakan ide saya.

Dosen             : “Gimana kalau kamu menemukan judul lain saja dan menulis ulang karya ilmiahnya? Kamu terlambat mengirimkannya dan telah didahului rekanmu. Jadi, saya berasumsi bahwa kamu tidak berhak menggunakan judul ini.”

Mahasiswa 1   : “Benar, Bu. Saya yang pertama kali mengajukan karya ilmiah jadi kepada Ibu. Jadi, sayalah yang berhak.”

Mahasiswa 2   : “Bagaimana bisa? Ini tidak adil, Bu.”

Dosen             : “Baiklah, sepertinya kalian sama-sama bersikukuh. Saya tawarkan kalian boleh menggunakan kata kunci yang sama pada judul, tetapi dengan lokasi penelitian yang berbeda. Nantinya, hasil penelitian kalian akan berbeda. Kalian pun dapat membuktikan penelitian siapa yang paling berkualitas.”

Mahasiswa 2   : “Boleh, Bu. Akan saya buktikan.”

Mahasiswa 1   : “Baik, sepertinya saya harus sepakat.”

 

4. Contoh Teks Negosiasi di Pasar

negosiasi di pasar
sumber : arryramaphoto.files.wordpress.com

 

Bu Aisyah       : “Bu Siti! Lama enggak ketemu.”

Bu Siti (penjual): “Lho, ada Bu Aisyah. Sombong, sudah jarang belanja ke sini lagi sekarang. Mau cari apa, Bu?”

Bu Aisyah        : “Anu, Bu. Saya baru dari rumah anak saya. Kebetulan menginap di sana selama tiga minggu. Ini dua hari kemarin baru pulang naik kereta. Masih agak capek, Bu. Perjalanan lumayan jauh. Oh iya, ini saya mau cari sayur sop lengkap sama kentang buat perkedel.”

Bu Siti             : “Oh, anak Bu Aisyah si Ammar yang sering ikut ke pasar, ya, dulu? Iya, ya. Dia tinggal di Jakarta dan sudah menikah sekarang. Ini, Bu, sudah saya buat paket-paket sayurnya. Ini kentang sekilo. Semuanya Rp12 ribu.”

Bu Aisyah        : “Wah, Bu Siti. Kok enggak dibulatkan jadi sepuluh ribu saja.”

Bu Siti             : “Oh, mau didiskon. Iya, bu. Khusus buat Bu Aisyah hari ini saya bulatkan jadi sepuluh ribu saja. Ini saya beri bonus dua siung bawang putih dan bawang merah juga.”

Bu Aisyah        : “Waduh, jangan banyak-banyak, Bu. Saya jadi tidak enak, nih.”

Bu Siti             : “Tidak apa-apa, Bu. Terima kasih sudah belanja sama saya. Salam buat si Ammar. Saya doakan cepat punya momongan.”

Bu Aisyah        : “Terima kasih sekali, Bu. Dari dulu Bu Siti ini baik betul, ya. Saya pulang dulu. Nanti saya sampaikan ke dia.”

Bu Siti             : “Iya, Bu. Silakan. Hati-hati di jalan.”

 

5. Contoh Teks Negosiasi dalam Kehidupan Sehari-Hari

contoh negosiasi sehari hari
sumber : shutterstock.com

 

Giman : “Syid, Dul, kalian enggak datang ke pertunjukan musik grup 7Got malam ini di Lapangan Burasaya?”

Rasyid : “Hah?! Kamu serius? Oke, Man. Aku mau datang, berangkatnya sama kamu, ya!”

Giman : “Mantap, Syid. Nanti aku jemput ke rumahmu. Abdul, kamu enggak pengin nonton?”

Abdul  : “Pengin, sih. Tapi, sepertinya Mama enggak mungkin memberi izin.”

Rasyid : “Kabur aja, Dul. Menyelinap lewat jendela.”

Giman : “Hus! Ngawur! Gini aja. Bagaimana kalau kita mampir ke rumahmu, ngobrol, dan minta izin ke mama kamu?”

Rasyid : “Nah. Iya betul, Dul. Aku setuju. Biasanya, mama kamu juga senang kalau bicara denganku. Nanti kubawakan kurma dari rumah buat oleh-oleh beliau, deh.”

Abdul  : “Ide bagus. Kalau berhasil, kalian kutraktir makan sepulang nonton.”

Giman : “Mantap, Dul! Jangan cuma makan. Minumnya juga, dong! Haha, bercanda.”

 

6. Contoh Teks Negosiasi Kerja Sama

Sehubungan dengan adanya surat pengajuan pelatihan bahasa Mongol dari PT Adi Martono yang sampai kepada kami, berikut kami bermaksud menyodorkan negosiasi, menyikapi penawaran yang diajukan perusahaan Anda.

  1. Biaya reguler per orang : Rp200.000,00/pertemuan durasi 90 menit
  2. Durasi : 2 bulan untuk kursus intensif atau 8 kali pertemuan
  3. Total biaya : biaya kursus untuk 4 orang selama 2 bulan sebesar Rp6.400.000,00

Mengingat kerja sama ini dapat berlangsung dalam jangka panjang, maka kami mengajukan penawaran khusus, yaitu seharga Rp5.000.000,00. Namun, kami menghendaki pembayaran dapat dilunasi pada waktu sebelum jadwal kelas kursus dimulai.

Demikian pengajuan negosiasi dari kami, semoga dapat segera ditindaklanjuti. Besar harapan kami untuk terus bisa bekerja sama dengan PT Adi Martono. Atas perhatian dan kebijaksanannya, kami ucapkan terima kasih.

7. Contoh Teks Negosiasi Penjual dan Pembeli

 

Penjual   : ”Ayo dibeli, Bu. Bajunya murah saja. Silakan lihat-lihat dulu barangkali cocok.”

Pembeli  : “Wah, jualan baju ya, Bu. Harganya berapa ini?”

Penjual   : “Kemeja dan blusnya Rp50 ribu-an, Bu. Nah, kalau celana-celana ini harganya cuma Rp120 ribu-an. Murah, kan, Bu?!”

Pembeli   : “Oke, saya lihat-lihat dulu. Mm… kemejanya bagus-bagus, ya. Baiklah saya mau
ambil kemeja dua sama celana sepotong. Jadi, totalnya berapa?”

Penjual    : “Semuanya Rp220 ribu, Bu.”

Pembeli   : “Wah, nanggung, ya. Apa boleh kurang? Digenapkan jadi Rp200 ribu saja, boleh?”

Penjual    : “Maaf, sebenarnya harganya pas. Tapi, kalau ibu mau nambah satu kemeja atau
blus lagi, saya kasih harga Rp250.000,00.”

Pembeli   : “Sebentar, Bu. Baiklah saya pilih-pilih blusnya dulu. Saya ambil satu, jadi
bayarnya cuma Rp250.000,00, ya.”

Penjual     : “Siap, Bu. Mari saya bungkuskan pakaiannya.”

Pembeli    : “Iya, Bu. Terima kasih. Silakan ini uangnya.”

 


Itulah beberapa contoh teks negosiasi dalam berbagai peristiwa yang terjadi sehari-hari. Kini, Anda telah memiliki pemahaman lebih baik mengenai subjek tersebut. Semoga penjelasan tentang negosiasi ini dapat bermanfaat bagi Anda dan orang-orang terdekat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *