JENIS JENIS BATUAN: Pengertian, Ciri, Contoh, Gambar & Penjelasannya [LENGKAP]

JENIS BATUAN

Jenis Jenis Batuan – Batuan merupakan unsur bumi yang banyak ditemui dalam kehidupan sehari-hari. Pengertian batu itu sendiri adalah benda padat yang berasal dari material bumi. Terdapat jenis-jenis batuan  yang dapat dimanfaatkan oleh manusia untuk berbagai keperluan.

Banyak jenis batuan tersebar di permukaan bumi. Pengelompokkan jenis batu ditentukan oleh proses pembentukan serta ciri-cirinya. Kategorinya meliputi batuan beku, batuan sedimen atau endapan, serta batu metamorf atau malihan.

Pengertian Batuan Beku

Batuan Beku
joelyants.blogspot.com

Batuan beku adalah jenis batuan yang tercipta karena adanya pembekuan lava dan magma.

Terdapat beberapa ciri batuan beku, yaitu berbentuk padat (solid), teksturnya keras, bersifat homogen dan kompak (seragam), tidak memiliki lapisan, tidak mengandung fosil, dan memiliki banyak warna yang disebabkan oleh bahan penyusun batuannya.

Jenis-Jenis Batuan Beku

Batuan beku memiliki banyak jenis, di antaranya sebagai berikut.

1. Granit

batu granit
kompasiana.com

Granit termasuk ke dalam batuan beku dalam, karena proses pendinginan magma terjadi di bawah permukaan bumi. Banyak ditemukan di pinggir dan dasar sungai, atau pinggir pantai. Ciri-cirinya, yaitu berwarna putih, kadang abu hingga jingga, dan berbentuk kristal kasar.

Banyak dimanfaatkan untuk bahan dasar bangunan baik interior maupun eksterior, sebagai batu nisan, perhiasan, patung, bahan pembuat paving.

2. Obsidian

Nama lain dari batu obsidian adalah batu kaca, karena struktur permukaannya halus dan mengilap. Memiliki warna hitam atau cokelat tua. Bersifat keras dengan bentukan serpihan sudut yang tajam dan ada tanda retakan.

Batu obsidian terbentuk dari lava bagian permukaan yang membeku dalam waktu yang cepat. Batu ini banyak digunakan untuk alat pemotong, perhiasan, sebagai alat bantu penyembuhan penyakit, sering digunakan dalam ilmu astrologi, dan lainnya.

3. Apung

Batu apung
dolgadophoto.files.wordpress.com

Batu apung terbentuk karena proses pendinginan magma. Pendinginan ini menciptakan gelembung-gelembung gas yang akhirnya menjadi struktur batu apung. Inilah yang menyebabkan batu apung memiliki banyak pori-pori.

Memiliki ciri warna keabu-abuan dan bersifat ringan sehingga dapat terapung di permukaan air. Masyarakat banyak memanfaatkan batu ini sebagai alat penghalus kayu atau dinding, isolator dalam bidang industri, dan juga digunakan untuk kecantikan wajah serta kulit.

4. Basalt

Batu basalt sering juga disebut dengan batu lava dan termasuk dalam batuan beku luar (efusit). Batu ini terbentuk karena adanya pendinginan lava yang mengandung gas, tetapi gasnya telah menguap.

Teksturnya keras dan memiliki butiran halus, namun tidak dapat diamati langsung oleh mata. Batu basalt ini terdiri atas dua jenis, yaitu:

  1. Basalt alkali, dapat dijumpai di daerah kerak benua dan pulau oseanik, seperti Hawaii; dan
  2. Basalt theolitik, dapat dijumpai di permukaan bumi yang berbentuk dataran tinggi, yang rata pada bagian atasnya karena adanya proses erosi.

Manfaat batu basalt untuk manusia adalah sebagai pondasi bangunan rumah dan ornamen hiasan bangunan.

5. Diorite

Batu diorite
wikimedia.org

Batu diorite terbentuk karena adanya peleburan magma balistik dan magma granit pada bagian lempeng samudra. Memiliki tekstur yang sangat kuat terhadap tekanan.

Variasi warnanya cukup beragam, yaitu cokelat kehitaman, abu-abu kehitaman, abu-abu dengan bercak putih dan masih banyak lainnya lagi.

Sering digunakan untuk bahan bangunan, ornamen hiasan dinding, bahan pembuat lantai, perhiasan, dan sering dimanfaatkan sebagai bahan membuat kerajinan.

6. Andesit

Batu andesit merupakan batu yang berasal dari lelehan lava gunung berapi yang meletus dan terbentuk pada saat temperatur lava mencapai suhu sekitar 900–1.100 derajat Celsius.

Karena prosesnya terjadi di luar permukaan bumi, andesit termasuk ke dalam batuan beku luar (efusit).

Ciri-cirinya, yaitu berwarna putih dengan campuran abu-abu, bahkan merah atau jingga, dan teksturnya halus. Banyak dimanfaatkan sebagai batu nisan, cobek, bahan pembuat arca atau patung, dan bahan bangunan.

7. Gabro

Batu Gabro
wikimedia.org

Batu gabro terbentuk karena pembekuan magma dalam gunung. Ciri-cirinya, yaitu berwarna hitam, hijau, dan abu kegelapan. Oleh karena itu, gabro disebut juga dengan granit hitam.

Strukturnya massive, tidak berongga, atau pun memiliki retakan. Inilah yang menyebabkan batu gabro ini menjadi kuat dan memiliki daya serap air yang rendah.

Fungsinya adalah untuk bahan bangunan, design interior, bahan campuran paving block, bahan pembuat kerajinan, batu nisan, perhiasan, dan media panjat tebing.

8. Liparit

Batuan ini terbentuk karena magma mengalami proses pendinginan. Batu liparit terdiri atas gabungan beberapa mineral seperti feldspar, kuarsa, biotit, dan mineral lain yang memiliki warna gelap. Memiliki tekstur berpori, keras, dan berwarna putih hingga krem.

Batu ini sering dijadikan sebagai bahan campuran untuk bangunan karena sifatnya yang kuat, sehingga akan menghasilkan kontruksi bangunan yang kokoh.

9. Granodiorit

Batu Granodiorit
wikimedia.org

Proses pembekuan magma bersifat asam menyebabkan terbentuknya batu granodiorit. Terdiri atas mineral berbutir sedang hingga kasar dan memiliki warna terang, seperti granit.

Granodiorit merupakan batu granitoid yang warnanya menunjukkan adanya pelapukan butiran pirit langka yang melepaskan zat besi. Batu ini banyak digunakan sebagai bahan bangunan dan juga batu hias atau ornamen dinding.

10. Kimberlite

Jenis batuan ini terbilang sangat berharga dan langka karena mengandung biji berlian. Strukturnya terdiri atas campuran mineral seperti serpentine, karbonat, diopside, dan phlogopite. Harganya cukup fantastis karena termasuk dalam batuan mulia.

11. Felsite

Batuan Felsite
geologysuperstore.com

Merupakan batuan beku yang terbentuk di permukaan kerak yang disebabkan oleh mencairnya sebagian batuan dalam mantel dan kerak bumi.

Batu ini mengeras lebih cepat di permukaan bumi. Teksturnya berbutir halus namun tidak berkaca, dan memiliki warna yang terang.

12. Komiite

Batuan ini termasuk dalam kategori langka karena berasal dari lava ultravamik dan memiliki daya tahan yang kuat. Hanya suhu sangat tinggi yang dapat mencairkan komposisi batu komiite. Batu ini memiliki kandungan magnesium yang tinggi, namun rendah silika.

Struktur khas komiite adalah memilki tekstur spinefex, yaitu tekstur saling silang dengan kristal olivin yang panjang dan tipis.

13. Latite

Batuan Latite
wikimedia.org

Batuan ini terbentuk dalam kerak bumi sehingga proses pengkristalannya sangat lambat. Hal ini menyebabkan struktur batu letite berukuran kasar. Warnanya gelap karena dipengaruhi oleh magma yang membentuknya yang bersifat basa.

14. Anorthosite

Anarthosite merupakan jenis batuan beku yang langka, kaya akan magnesium, dan didominasi oleh plagioklas felspar. Termasuk dalam batuan beku faneritik yang intrusif, yaitu magma yang telah menjadi kristal di bawah permukaan bumi.

15. Dunite

Batu Dunite
wikimedia.org

Dunite merupakan batuan beku yang menjadi unsur utama mantel bumi yang berada di atas kedalaman sekitar 400 meter. Batuan ini terbilang langka dan mengandung 90 persen olivin.

Pengertian Batuan Sedimen

Batuan Sedimen
kabar-energi.com

Batuan sedimen merupakan batu yang terjadi karena adanya pelapukan atau pengikisan pada batuan beku. Pelapukan atau pengikisan ini terjadi karena disebabkan oleh beberapa faktor, di antaranya pergerakan angin, air, es, atau aktivitas makhluk hidup.

Secara umum, ciri batuan sedimen adalah memiliki warna terang, proses pemadatan disebut dengan diagenesa, ukuran partikel penyusunnya tidak dapat diamati dengan mata biasa, serta memiliki ragam bentuk dan kebundaran yang berbeda-beda.

Prosesnya sendiri terjadi karena hasil pengikisan tersebut mengalami pengendapan. Setelah beberapa lamanya, endapan itu akan memadat dan kemudian membentuk batuan sedimen.

Jenis-Jenis Batuan Sedimen

1. Batu Pasir

Batu ini berasal dari butiran yang membeku (fragmen) yang berasal dari batuan asal atau kristal-kristal mineral dan banyak ditemukan di cekungan sedimen. Ciri-cirinya terdiri dari lapisan butiran pasir yang halus, berwarna cokelat, kuning, merah, abu-abu, dan putih.

Sering digunakan untuk bahan kontruksi bangunan sebagai lapisan bawah tanah yang mengandung air dan mengalirkan air (akuifer) dan sebagai bahan pembuatan kaca.

2. Konglomerat

Batu Konglomerat
kepepetugas.wordpress.com

Proses terbentuknya, yaitu dari pengendapan pasir halus dan kerikil yang mengeras. Proses pengendapan ini biasanya disebabkan oleh tenaga air yang besar seperti ombak.

Oleh sebab itulah batu konglomerat ini banyak ditemukan di sekitar pantai atau sungai yang memiliki arus deras.

Ciri-cirinya berupa kerikil dengan bentuk bundar serta berbentuk batu dan pasir yang saling menempel. Teksturnya kasar dan rata-rata memiliki ukuran yang besar. Manfaatnya adalah sebagai material bahan bangunan dan juga sebagai hiasan rumah.

3. Gamping/Kapur

Batuan ini terjadi adanya proses pengendapan pada cangkang binatang, fosil, atau pun material lain yang terbuat dari kapur. Zat kapur ini lah yang menyebabkan tekstur batu gamping menjadi kuat.

Ciri-cirinya berwarna putih keabuan, terdiri atas mineral calcite (kalsium carbonate), dan agak lunak. Batu sedimen ini sering digunakan sebagai bahan campuran ekstraksi peleburan besi, bahan baku pembuatan semen, dempul lem, dan cat.

4. Serpih

Batu serpih merupakan batuan sedimen dengan butir halus yang terbentuk dari pemadatan lumpur dan lempung. Tersusun dari gabungan mineral seperti illite, smektit, dan kaolinit.

Teksturnya lunak dengan permukaan yang halus dan licin dan memiliki bau seperti tanah. Dimanfaatkan oleh manusia sebagai bahan dasar pembuatan semen dan gerabah.

5. Breksia

Batu breksia
posalu.wordpress.com

Batu breksia terbentuk karena adanya pengendapan sisa-sisa pelapukan batuan beku yang terbawa aliran dan berkumpul di daerah singkapan, yaitu daerah yang terdapat dalam batuan dasar bumi.

Batu ini berwarna hijau kekuningan atau cokelat keputihan. Mengandung banyak mineral seperti rijang, granit, kuarsa, dan batu gamping. Banyak dimanfaatkan sebagai bahan bangunan, ornamen hiasan rumah seperti patung atau dinding, dan juga bahan kerajinan.

6. Stalaktit dan stalagmit

Kedua jenis batu ini terbentuk karena adanya kumpulan kalsium karbonat (kalsit) yang berasal dari air yang menetes. Stalagmit merupakan batuan lancip yang terbentuk berlapis-lapis di lantai gua dan bagian atasnya mengarah ke atas.

Sedangkan stalakit merupakan batuan runcing dan umumnya memiliki lubang-lubang lancip dan mengarah ke bagian bawah.

Memiliki warna putih dan krem, keberadaan batuan ini sering dijadikan sebagai objek wisata dan juga objek penelitian yang dilakukan oleh para pelajar ataupun ilmuwan.

7. Lempung

Batuan ini mempunyai tekstur padat. Sifatnya liat atau plastis, terdiri atas mineral yang berbentuk butiran halus. Proses terbentuknya karena adanya pelapukan batuan beku dan ditemukan di sekitar batuan induknya yang kemudian mengalami proses diagnesa.

Batu lempung sering digunakan sebagai bahan dasar keramik dan kertas, membantu dalam proses pengeboran, serta industri palletizing bijih besi.

Pengertian Batuan Metamorf

Batuan Metamorf
docplayer.info

Batuan metamorf merupakan batuan yang terjadi karena adanya perubahan dari jenis batuan yang sudah ada (protolith). Batuan ini akan membawa perubahan, baik dari segi struktur maupun warna dari batuan aslinya.

Batuan ini dapat terjadi karena adanya perubahan yang disebabkan oleh suhu yang tinggi akibat aktivitas magma (metamorf kontak), adanya tekanan yang tinggi dari tenaga endogen (metamorf dinamo), dan adanya pengaruh gas dalam magma (metamorf kontak pneumatolistis).

Pada umumnya, batuan metamorf memiliki ciri warna yang beragam, memiliki dua struktur, yaitu memiliki belahan (foliasi) dan tidak memiliki belahan (nonfoliasi), mengandung mineral seperti garnet, andalusi, kyanit, silimanit, dan stauroli.

Jenis Batu Metamorf

1. Batu Sabak

Batu Sabak
wikimedia.org

Batuan ini merupakan hasil perubahan dari batuan sedimen shale atau batu lempung yang diakibatkan karena temperatur dan suhu yang rendah. Terdiri atas susunan mineral lempung atau mika.

Memiliki ciri-ciri mudah dibelah menjadi lembaran tipis. Berwarna abu-abu, hitam, hijau dan merah, tergantung pada jumlah dan jenis zat besi serta bahan organik dalam batuannya.

2. Batu Pualam/Marmer

Batu pualam atau marmer terbentuk karena adanya metamorfosis batu kapur atau batu gamping. Struktur batunya kompak dengan pita-pita warna, keras, dan dapat mengilap jika dipoles.

Memiliki beberapa jenis, yaitu:

  1. Statuary marble, memiliki tekstur bagus dan berwarna putih bersih;
  2. Architectural marble, mempunyai warna teksur, mutu, dan kekuatan yang bagus;
  3. Ornamental marble, batu marmer ini mempunyai warna yang indah;
  4. Onix marble, batu ini terdiri dari materal-material organik dan kalsit, serta jernih;
  5. Cipolin marble, di dalamnya terkandung mika dan talk;
  6. Breksia, batu marmer proses perubahannya terjadi karena adanya bekas longsoran tanah;
  7. Marmer budidaya, merupakan marmer buatan manusia dengan mengombinasikan debu marmer dan semen; serta
  8. Marmer hijau, yaitu batuan pertama mirip dengan marmer.

Batu marmer banyak digunakan sebagai hiasan rumah, batu nisan, bahan pembuat pupuk, dan penetral asam.

3. Gneiss

Batu Gneiss
geologysuperstore.com

Batuan gneiss terbentuk karena proses metamorfosis pada batuan sedimen yang terjadi di batas lempeng konvergen. Caranya, yaitu dengan mengkristalkan mineral penyusun dengan temperatur dan tekanan yang tinggi.

Batu gneiss memiliki lapisan (bands) butiran kuarsa dan belahan (feldspar) dalam tekstur yang saling mengisi. Inilah yang menyebabkan warna batu gneiss bersilangan antara warna terang dan gelap. Biasanya berwarna putih keabuan.

Batuan ini dapat digunakan untuk bahan kerajinan, bahan pondasi bangunan, dibuat menjadi bentuk blok atau lempeng untuk keperluan bahan bangunan, seperti paving atau pagar, lantai, batu nisan, dan lain sebagainya.

4. Sekis

Batuan ini terbentuk ketika batuan sedimen mengalami tekanan dan temperatur yang tinggi. Mengandung mineral yang terpisah menjadi berkas gelombang yang ditunjukan dengan kristal yang mengilap. Untuk kondisi tertentu, kadang ditemukan juga kristal garnet.

Batu sekis memiliki manfaat untuk dijadikan sumber pembuatan mika utama, yang berfungsi sebagai kondensator dan kapasitor di industri elektronika.

5. Kuarsit

Batu kuarsit
wikipedia.org

Batu kuarsit tercipta karena adanya metamorfosis dari batu pasir yang kaya dengan kuarsa oleh panas, tekanan. dan aktivitas kimia. Batuan ini memiliki struktur yang keras dan kuat karena berasal dari ikatan yang erat antarbutir kuarsa.

Berwarna abu-abu, kekuningan, cokelat, merah, dan sering juga ditemui dengan tekstur berlapis-lapis, serta mengandung fosil. Banyak digunakan sebagai bahan kerajinan dan bahan kontruksi bangunan.

6. Milonit

Batuan ini terbentuk karena adanya pengurangan ukuran butir-butir batuan karena proses rekristalisasi dinamis pada mineral-mineral pembentuknya. Ciri-ciri batu milonit adalah berwarna abu-abu, kehitaman, cokelat, dan biru.

Strukturnya berupa butiran halus dan dapat dibelah. Sering dimanfaatkan sebagai bahan dasar pembuatan kerajinan.

7. Filit

Batu filit merupakan kelanjutan hasil metamorfosis batu sabak (slate). Memiliki komposisi yang didominasi oleh kuarsa, serisit, mika, dan klorit. Teksturnya terdiri dari lapisan mika berbutir halus dan membelah mengikuti permukaan gelombang.

Memiliki warna abu-abu. Banyak digunakan sebagai bahan isolator elektrik dan bahan bangunan.


Demikian ulasan tentang jenis-jenis batuan berdasarkan proses terbentuknya. Semoga dapat bermanfaat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *