17+ Kerajaan Hindu Budha di Indonesia dan Peninggalannya Singkat

Kerajaan Hindu Buddha di Indonesia

Persebaran agama Hindu dan Buddha di Indonesia tak lepas dari peran serta Kerajaan Hindu Budha di Indonesia. Hingga saat ini, Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki masyarakat yang menganut berbagai agama.

Tercatat ada enam agama yang hingga saat ini diakui oleh pemerintah. Hindu dan Buddha adalah agama yang termasuk dalam dua di antara enam agama tersebut. Kedua agama ini mempunyai sejarah panjang di Indonesia.

Tak heran agama Hindu dan Buddha memiliki penganut yang cukup banyak. Salah satu bukti sejarah dari adanya kedua agama tersebut adalah berdirinya Kerajaan Hindu dan Buddha yang tersebar di seluruh nusantara.

Tiap kerajaan tentunya memiliki masa kejayaannya masing-masing. Tercatat kurang lebih ada delapan belas Kerajaan Hindu dan Buddha yang pernah berdiri di Indonesia. Berikut ini adalah pembahasan mengenai beberapa kerajaan Hindu dan Buddha yang ada di Indonesia.

1. Kerajaan Tarumanegara

kerajaan hindu budha di indonesia
kemdikbud.go.id

Kerajaan Tarumanegara adalah kerajaan yang pernah berkuasa di bagian barat Pulau Jawa sekitar abad ke-4 hingga abad ke-7 M. Kerajaan ini merupakan kerajaan Hindu dan Jayasingawarman merupakan raja pertama yang memerintah Kerajaan Tarumanegara.

Kerajaan Tarumanegara memiliki beberapa peninggalan berupa sejumlah prasasti, salah satunya adalah Prasasti Kebun Kopi. Kerajaan ini berdiri dari tahun 358–669 Masehi. Selain prasasti, bukti sejarah kerajaan ini dapat dilihat dari berbagai sumber luar negeri.

Sumber luar negeri tersebut, di antaranya adalah Berita Fa Hien, Berita Dinasti Tang, dan Berita Dinasti Sui.

Ketiga sumber tersebut menceritakan bahwa terdapat Kerajaan Tarumanegara di bagian barat Pulau Jawa, serta menjelaskan aktivitas dari pemerintahan Tarumanegara saat itu.

2. Kerajaan Salakanagara

Situs Peninggalan Kerajaan Salakanagara
histori.id

Kerajaan Salakanagara diyakini sebagai kerajaan pendahulu dari Tarumanegara. Hal ini dikarenakan Jayasingawarman, pendiri Tarumanagara, merupakan menantu dari Raja Dewawarman VIII. Selain itu, Kerajaan Salakanagara diyakini sebagai leluhur suku Sunda.

Hal ini karena wilayah kekuasaan kerajaan ini sama persis dengan peradaban orang Sunda selama berabad-abad. Selain itu, hal yang membuat pendapat ini kuat adalah adanya kesamaan antara kosa kata Sunda dengan Salakanagara.

3. Kerajaan Galuh

Candi Cangkuang - Warisan Kerajaan Galuh
jejakpiknik.com

Kerajaan Galuh merupakan sebuah kerajaan yang berdiri di Pulau Jawa, terletak di antara dua sungai, yaitu Sungai Citarum dan Ci Serayu di sebelah timur. Kerajaan Galuh adalah penerus dari kerajaan Kendan yang merupakan kerajaan bawahan dari Tarumanegara.

Kerajaan Galuh didirikan oleh Wretikandayun. Beliau merupakan raja pertama Kerajaan Galuh yang berkuasan dari tahun 612–702 M dengan gelar Maharaja Suradarma Jayaprakosa. Bukti dari keberadaan Kerajaan Galuh dapat dilihat dari peninggalan prasasti.

Tercatat ada empat prasasti peninggalan kerajaan Galuh, yaitu Prasasti Mandiwunga, Prasasti Cikajang, Prasati Rumatak, dan Prasasti Galuh.

4. Kerajaan Kanjuruhan

Peninggalan Kerajaan Kanjuruhan
catatanwisata.com

Kerajaan Kanjuruhan merupakan salah satu dari beberapa kerajaan Hindu yang ada di Jawa Timur. Pusat Kerajaan Kanjuruhan berada di dekat Kota Malang. Kerajaan ini berdiri sekitar abad ke-8 Masehi.

Kerajaan ini terletak di lembah antara sungai Brantas dan juga Kali Metro di lereng Gunung Kawi. Daerah kekuasaan Kerajaan Kanjuruhan meliputi bagian timur lereng Gunung Kawi. Kerajaan ini merupakan kerajaan daerah di bawah Kerajaan Mataram Kuno.

Kerajaan ini mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Raja Gajayana yang sangat dicintai rakyatnya.

5. Kerajaan Kalingga

kerajaan hindu budha di indonesia
arkeologijawa.com

Kerajaan Kalingga merupakan kerajaan yang bercorak Hindu-Buddha yang terletak di Jawa Tengah, tepatnya antara kabupaten Pekalongan dan Kabupaten Jepara. Kerajaan ini diperkirakan berdiri pada abad ke-6 Masehi.

Kerajaan Kalingga pernah dipimpin oleh seorang ratu bernama, Ratu Shima. Pada masa pemerintahannya, Ratu Shima memberlakukan peraturan bahwa barang siapa yang mencuri akan mendapat hukuman potong tangan.

Keberadaan Kerajaan Kalingga dibuktikan melalui dua sumber. Yang pertama adalah catatan sejarah kerajaan-kerajaan Jawa, yang kedua adalah kronik sejarah dari Dinasti Tang.

Kerajaan Kalingga memiliki beberapa peninggalan berupa prasasti, candi, serta situs bersejarah. Terdapat dua prasasti, yaitu Prasasti Tukmas dan Prasasti Sojomerto.

Terdapat pula dua buah candi serta sebuah situs, yaitu Candi Angin, Candi Bubrah, dan Situs Puncak Sanga Likur.

6. Kerajaan Mataram Hindu

travelspromo.com

Kerajaan Mataram Hindu atau dikenal sebagai Kerajaan Medang merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang pada abad ke-8 berada di Jawa Tengah dan kemudian pada abad ke-10 berpindah ke daerah Jawa Timur. Pendiri sekaligus raja pertama kerajaan ini adalah Sanjaya.

Pada masa kejayaannya, kerajaan ini memiliki wilayah kekuasaan yang luas di Pulau Jawa. Hingga akhirnya runtuh pada awal abad ke-11.

Kerajaan ini memiliki beberapa peninggalan berupa candi yang bercorak Hindu maupun buddha. Yang paling terkenal tentu saja adalah Candi Borobudur.

7. Kerajaan Janggala

kerajaan hindu
situsbudaya.id

Kerajaan Janggala merupakan pecahan dari Kerajaan Airlangga. Berdasarkan catatan Cina, kerajaan ini berada di daerah muara Sungai Brantas yang kini dikenal sebagai Kota Surabaya.

Sejarah Kerajaan Janggala bermula saat terjadi perebutan kekuasaan oleh kedua putra Airlangga. Raja pertama Kerajaan Janggala adalah Mapanji Garasakan yang merupakan salah satu putra Airlangga.

Kerajaan Janggala terlibat konflik perang saudara dengan Kerajaan Kediri. Sampai akhirnya kerajaan ini runtuh dan takluk di tangan Sri Jayabhaya dari Kerajaan Kediri.

8. Kerajaan Kahuripan

Candi Belahan Peninggalan Kerajaan Kahuripan
freersackler.si.edu

Kerajaan Kahuripan merupakan kerajaan yang didirikan Airlangga pada tahun 1009 M. Kerajaan ini merupakan penerus dari Kerajaan Medang yang runtuh akibat konflik dengan Kerajaan Sriwijaya.

Pada awalnya, kerajaan ini hanya berkuasa di daerah sekitar Gunung Penanggungan. Seiring berjalannya waktu, kerajaan ini dapat memperluas wilayah kekuasaannya, baik itu melalui peperangan maupun persahabatan.

Kerajaan ini mencapai masa kejayaannya setelah menguasai hampir seluruh wilayah Jawa Timur.

9. Kerajaan Kediri

Candi Penataran Peninggalan Kerajaan Kadiri
legendagunungkelud1.blogspot.com

Kerajaan Kediri merupakan sebuah kerajaan yang terletak di Jawa Timur. Kerajaan ini berdiri sekitar tahun 1042–1222 M. Kerajaan Kediri berpusat di Kota Daha yang sekarang dikenal dengan Kota Kediri.

Latar belakang terbentuknya kerajaan ini bermula dari adanya pembagian wilayah yang dilakukan oleh Airlangga. Kedua wilayah tersebut dibagi untuk kedua putranya. Kerajaan Kediri sendiri mengalami masa kejayaan di bawah pemerintahan Raja Sri Jayabhaya.

Wilayah kekuasaan kerajaan ini hampir meliputi seluruh wilayah Pulau Jawa dan beberapa pulau di sekitar Jawa.

10. Kerajaan Singasari

Candi Singosari
malangtoday.net

Kerajaan Singasari merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang didirikan oleh Ken Arok. Kerajaan ini terletak di wilayah Jawa Timur, tepatnya di daerah Singasari, Malang. Kerajaan ini terbentuk karena adanya pertempuran yang dilakukan melawan Kerajaan Kediri.

Pertempuran tersebut terjadi di Desa Ganter yang dimenangkan oleh Kerajaan Tumapel, dipimpin oleh Ken Arok. Kerajaan ini mengalami masa kejayaan di bawah kepemimpinan Raja Kertanegara dengan melakukan ekspansi keluar Pulau Jawa.

Karena kerajaan ini sibuk mengirimkan pasukannya keluar Pulau Jawa yang membuat kerajaan menjadi lemah, muncullah pemberontakan Jayakatwang, Bupati Gelanggelang.

Serangan itu membuat Raja Kertanegara terbunuh. Dan kekuasaan Kerajaan Singasari pun berakhir.

11. Kerajaan Majapahit

Candi Tikus Peninggalan Kerajaan Majapahit
kisahwali9.blogspot.com

Kerajaan Majapahit merupakan sebuah kerajaan yang berpusat di wilayah Jawa Timur dan berdiri sekitar tahun 1293 hingga 1500 M.

Kerajaan ini mengalami masa kejayaannya di bawah pemerintahan Raja Hayam Wuruk yang memerintah Kerajaan Majapahit pada tahun 1350–1389 M. Kerajaan Majapahit dikenal sebagai kerajaan Hindu-Buddha terbesar di Indonesia.

Hal ini disebabkan oleh luasnya wilayah kekuasan kerajaan ini, meliputi Jawa, Sumatra, Semenanjung Malaya, Kalimantan, hingga Indonesia Timur. Banyaknya wilayah yang dikuasai Majapahit tak lepas dari peran mahapatihnya, yaitu Gajah Mada.

Wilayah kekuasaannya didapat dengan cara pertempuran dan kerja sama antar kerajaan. Majapahit memiliki keinginan untuk menguasai perdagangan di nusantara.

Setelah wafatnya Hayam Wuruk pada tahun 1389, Majapahit mulai mengalami kemunduran. Hal ini dikarenakan adanya konflik perebutan takhta antara anak Hayam Wuruk. Perang ini dikenal sebagai Paregreg yang terjadi tahun 1405 1406 M.

12. Kerajaan Kutai

peninggalan kerajaan
situsbudaya.id

Kerajaan Kutai merupakan kerajaan tertua di Indonesia. Hal ini berdasarkan bukti sejarah yang ditinggalkannya.

Kerajaan ini diperkirakan berdiri sekitar abad ke-4 yang terletak di daerah Muara Kaman, Kalimantan Timur. Kudungga merupakan raja pertama sekaligus pendiri Kerajaan Kutai. Informasi tentang keberadaan Kerajaan Kutai diperoleh dari yupa atau prasasti.

Terdapat tujuh buah yupa yang menjadi pedoman pengungkapan sejarah Kerajaan Kutai. Dari yupa tersebut dapat diketahui bahwa Kerajaan Kutai saat itu dipimpin oleh Mulawarman yang terkenal karena kedermawanannya.

13. Kerajaan Wijayapura

Kerajaan Wijayapura merupakan kerajaan Hindu-Buddha yang terletak di Pulau Kalimantan, tepatnya di sekitar muara Sungai Rejang. Kerajaan ini berdiri pada abad ke-7.

Kerajaan ini dikenal sebagai Kerajaan Sambas Kuno di mana peninggalannya berupa gerabah dan juga patung. Sangat sedikit informasi mengenai kerajaan ini.

Hal ini dikarenakan kurangnya peninggalan yang berisikan informasi mengenai wilayah kekuasaan Kerajaan Wijayapura.

14. Kerajaan Sribangun

Kerajaan Sribangun merupakan Kerajaan Hindu-Buddha yang terletak di Kota Bangun, Kalimantan Timur. Sama halnya dengan kerajaan Wijayapura, sejarah kerajaan Sribangun masih belum banyak terkuak.

Hal ini dikarenakan kurangnya peninggalan sejarah kerajaan tersebut. Masyarakat Kota Bangun sendiri masih meyakini keberadaan Kerajaan Sribangun sampai sekarang. Namun, Kerajaan Sribangun ‘ada’ secara gaib.

Begitulah kepercayaan masyarakat Kota Bangun. Kerajaan Sribangun diperkirakan adalah bawahan Kerajaan Martadipura.

15. Kerajaan Bakulapura

Kerajaan Bakulapura merupakan kerajaan bawahan dari Singasari. Kerajaan ini terletak di daerah Kalimantan Barat. Nama ‘bakula’ sendiri merupakan kata dari bahasa Sanskerta yang memiliki arti ‘tumbungan tanjung’.

Kerajaan ini kemudian berubah nama seiring lemahnya kekuasaan Singasari menjadi Kerajaan Tanjungpura. Kerajaan ini merupakan kerajaan tertua di Kalimantan Barat. Wilayah kekuasaannya membentang dari Tanjung Dato sampai Tanjung Sambar.

16. Kerajaan Sriwijaya

kerajaan sriwijaya
wikipedia.org

Kerajaan Sriwijaya merupakan kerajaan bercorak Hindu-Buddha yang terletak di wilayah Sumatra. Kerajaan ini merupakan kerajaan yang menjadi pusat perdagangan di kawasan Asia Tenggara serta dikenal sebagai Negara Bahari. Kerajaan Sriwijaya berdiri sejak tahun 671 M.

Hal ini didasarkan dengan catatan I Tsing. Raja pertama Kerajaan Sriwijaya adalah Dapunta Hyang. Sejak awal kemunculannya, Kerajaan Sriwijaya terus memperluas wilayah kekuasaannya dengan melakukan ekspansi ke wilayah sekitar Pulau Sumatra.

Kerajaan Sriwijaya mulai runtuh ketika menghadapi serangan dari Rajendra Chola I. Serangan ini membuat kerajaan di sekitar Sriwijaya bangkit untuk kembali mengambil kekuasaan dari wilayah yang telah diekspansi oleh Sriwijaya.

17. Kerajaan Melayu Dharmasraya

oediku.wordpress.com

Kerajaan Melayu Dharmasraya merupakan sebuah kerajaan Melayu yang terletak di Sumatra. Kerajaan ini memiliki ibu kota bernama Dharmasraya. Srimat Trailokyaraja Maulibhusana Warmadewa merupakan raja pertama yang berkuasa pada tahun 1183 M.

Kerajaan ini muncul seiring dengan kekuasaan Sriwijaya yang sedang mengalami kemunduran akibat serangan Rajendra Chola I, yang kemudian mengakhiri kekuasaan Wangsa Sailendra.

Dan hal tersebut membuat Malayu bangkit dan kembali menjadi penguasa Selat Malaka.


Itulah beberapa penjelasan mengenai Kerajaan Hindu Budha di Indonesia yang memengaruhi berbagai hal hingga saat ini, seperti politik, perilaku sosial, dan keyakinan dari masyarakat Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *