9+ Nama Nama Planet dalam Tata Surya Beserta Keterangan & Gambarnya

Nama Nama Planet – Planet merupakan susunan benda-benda langit dalam tata surya yang berputar mengelilingi bintang sejati yang di sebut matahari dalam waktu tertentu. Namun selain planet, ada pula benda langit lain seperti komet, meteroid, asteroid dan atelit alami. Lantas apa yang membedakan planet dengan benda langit lainnya?

Jadi suatu benda langit di katakan sebagai planet apabila memiliki ukuran yang cukup besar serta memiliki gravitasi sendiri. Selain itu dikatakan planet apabaila tidak dapat mengeluarkan cahaya sendiri serta bergerak mengelilingi matahari secara tetep.

Adapun dalam galaksi bima sakti terdapat 8 planet yang di akui dan wajib untuk Anda ketahui meliputi di bawah ini.

1. Merkurius

Merkurius
saintif.com

Letak planet Merkurius adalah yang paling dekat dengan matahari, sekaligus planet terkecil. Nama Merkurius diambil dari nama dewa bangsa Romawi, yaitu Hermes yang juga dikenal sebagai Merkurius.

Merkurius menempati urutan kedua planet terpanas di tata surya. Suhu terdingin di permukaan Merkurius adalah -170°C, sedangkan suhu terpanasnya adalah 449°C.

Komposisi planet ini terdiri dari 70% logam dan 30% silikat.  Bagian permukaannya memiliki tampilan yang mirip dengan bulan. Penampakannya seperti daratan yang luas dengan kawah yang tidak aktif selama miliaran tahun.

2. Venus

venus
forbesimg.com

Dalam mitologi Romawi, Venus adalah nama dari Dewi Kecantikan dan Dewi Cinta. Venus adalah planet terpanas yang ada di tata surya.

Hal ini dikarenakan suhu planet ini mencapai 460ºC. Panas ini terus menerus menyerap panas matahari yang membuat suhunya semakin panas. Letaknya sangat dekat terhadap matahari dengan permukaan yang ditutupi oleh lapisan awan tebal yang terdiri dari karbon dioksida.

Planet ini mengorbit atau berevolusi terhadap matahari selama 224,7 hari (dihitung hari di Bumi). Rotasinya bergerak dari timur ke barat atau pergerakan yang berlawanan arah.

3. Bumi

Bumi
teknoaldebran.blogspot.com

Bumi merupakan satu-satunya planet yang bisa ditempati oleh manusia. Suhu terdingin Bumi mencapai -88ºC dengan suhu terpanas 58ºC di Gurun Libya yang membentang dari Libya bagian timur hingga ujung barat Laut Sudan.

Bagian kerak bumi terdiri dari 46,6% oksigen, 27,7% silikon, 8,1% aluminium, 5% besi, 3,6% kalsium, 2,8% natrium, 2,6% kalium, dan 2,1% magnesium.

Selain lapisan ozon yang melindungi makhluk hidup, ada bagian dari Bumi yang juga melindungi radiasi matahari, yaitu medan magnet Bumi.

Waktu yang dibutuhkan Bumi dalam sekali berevolusi, yaitu sekitar 365,26 hari atau satu tahun sideris. Revolusi inilah yang menyebabkan adanya siang dan malam.

4. Mars

Mars
wikimedia.org

Jarak rata-rata antara Bumi dan Mars yang hanya 225 juta km membuat planet merah ini sering menampakkan dirinya di waktu-waktu tertentu. Kehadirannya bisa diketahui dengan mudah karena Mars tampak seperti bintang merah terang.

Mars memiliki inti planet yang terdiri dari besi metalik dan nikel yang dikelilingi oleh mantel dan kerak silikat. Planet ini memiliki warna merah yang disebabkan oleh oksidasi panas di permukaannya.

Mars memiliki suhu terdingin -60ºC dengan suhu terhangat mencapai 20ºC. Bagian kutubnya memiliki suhu -125ºC, saat malam hari suhu akan berubah lagi menjadi -73ºC.

Atmosfer planet Mars 100 kali lebih tipis dari bumi yang menyebabkan planet ini kesulitan mempertahankan energi panas.

Fakta menarik dari planet merah ini adalah memiliki gunung di permukaannya. Salah satu gunung itu adalah Olympus Mons yang merupakan gunung tertinggi di sistem tata surya.

Ada sedikit perbedaan waktu antara Mars dan Bumi. Jika satu hari di Bumi adalah 24 jam, satu hari di Mars adalah 24 jam 37 menit. Jika dikalkulasi dalam tahun, satu tahun di Mars setara dengan dua tahun di Bumi, atau tepatnya 687 hari.

5. Jupiter

Jupiter
wikimedia.org

Jupiter adalah planet terbesar di tata surya. Komposisi utama planet ini adalah helium dan hidrogen.

Suhu planet Jupiter sangat panas, bahkan bisa mencapai 35.000ºC dengan suhu terdingin -160ºC, sementara suhu terhangat -100ºC di bagian permukaan hingga 50 km ke atas.

Namun, di bagian atmosfer dengan ketinggian 1.000 km di atas permukaan planet, suhunya bisa mencapai 725ºC. Hal paling menarik dan unik dari planet Jupiter adalah memiliki satelit alami yang berjumlah 79 buah.

Pada tanggal 27 Juni 2019, Teleskop Luar Angkasa Hubble milik NASA/ESA mengungkapkan keindahan awan yang mengelilingi planet Jupiter.

Penglihatan tersebut menampilkan ciri khas Jupiter, yaitu Bintik Merah Raksasa (Great Red Spot) dan awan warna-warni yang berputar di atmosfer planet yang terlihat lebih bergolak dibandingkan dari tahun-tahun sebelumnya.

Setelah dilakukan pengamatan lebih mendalam menggunakan teleskop di darat, gambar yang sebelumnya terlihat menegaskan bahwa badai besar di permukaan Jupiter selama setidaknya 150 tahun, kini terus menyusut.

Pengamatan Jupiter ini merupakan bagian dari program Outer Planet Atmospheres Legacy (OPAL), yang dimulai sejak tahun 2014.

6. Saturnus

Saturnus
reportasee.com

Planet Saturnus memiliki diameter 116.460 km, atau 10 kali lipat lebih besar dari bumi. Karena itulah, Saturnus memiliki suhu yang sangat panas. Suhu inti planet mencapai 11.700ºC.

Bagian luar Saturnus memiliki suhu terdingin -173ºC dengan suhu terhangat 113ºC. Planet bercincin ini terdiri dari hidrogen, helium, belerang, metana, amonia, nitrogen, dan oksigen.

Saturnus setidaknya dapat dilihat satu kali setiap tahun ketika bumi lewat di antara Saturnus dan matahari.

Selama periode berlawanan arah tersebut, Saturnus akan berada pada bagian selatan dari langit utara yang menjadikannya sangat jelas saat tengah malam. Periode perlawanan arah dari tahun 2014–2022 adalah sebagai berikut.

  • 10 Mei 2014
  • 23 Mei 2015
  • 3 Juni 2016
  • 15 Juni 2017
  • 27 Juni 2018
  • 9 Juli 2019
  • 20 Juli 2020
  • 2 Agustus 2021
  • 14 Agustus 2022

7. Uranus

Uranus
wikimedia.org

Planet Uranus ditemukan oleh Sir William Herschel pada tanggal 13 Maret 1781 yang merupakan planet ketujuh dalam sistem tata surya.

Mulanya, planet ini bernama Planet Georgian, sebagai bentuk menghormati Raja George III. Namun, setelah bertahun-tahun menggunakan nama tersebut ternyata astronom Johann Bode tidak setuju.

Alasannya, karena planet sebelumnya selalu menggunakan nama dewa dari mitologi Yunani Kuno. Bode menyarankan menggunakan nama Dewa Ouranos, yang diresmikan pada tahun 1850 menjadi Uranus.

Ukuran planet Uranus lebih besar dari bumi. Diameternya 50.724 km, sementara Bumi hanya sekitar 12.742 km.

Penyebab planet ini berwarna biru pucat dikarenakan permukaan bagian atas terdiri dari air, ammonia, dan kristal es metana.

Suhu terdingin planet Uranus berkisar antara -218ºC dan menempati urutan ketiga planet terdingin setelah Neptunus. Sementara, suhu terhangatnya -153ºC dengan bagian inti planet memiliki suhu 5.000ºC.

8. Neptunus

Neptunus
wikimedia.org

Awalnya, planet ini bernama Le Verrier, diambil dari nama astronom penemunya, yaitu Jean Joseph Le Verrier. Namun, nama itu berubah menjadi Neptunus, yang diambil dari nama Dewa Laut dalam kepercayaan Romawi Kuno.

Neptunus berusia 4,6 miliar tahun, artinya 1 miliar lebih tua dari bumi yang berusia 4,5 miliar tahun.

Atmosfer planet Neptunus terdiri dari gas metana, hydrogen, helium, dan amonia. Memiliki suhu terdingin -218ºC dan suhu terhangat -200ºC. Sementara, di bagian inti planet diperkirakan memiliki suhu 7.000ºC.

Neptunus berada di urutan ke-8 dalam tata surya. Planet ini sering dilanda badai besar dan angin yang sangat kencang. Dibandingkan dengan bumi, planet ini menerima cahaya matahari seribu kali lebih sedikit.

Neptunus memiliki daya gravitasi paling kuat kedua setelah Jupiter. Hal itulah yang menyebabkan planet ini sering menyebabkan masalah bagi benda langit sekitarnya.

Neptunus sering membuat planet Uranus mendekat kepadanya hingga membuat orbit Uranus berantakan.

9. Pluto

Pluto
cbsistatic.com

Pluto merupakan planet paling dingin di antara yang lain. Planet ini memiliki suhu terhangat -223°C. Suhu pada permukaan lebih dingin daripada suhu atmosfer karena pengaruh zat metana yang menyebabkan intervensi suhu.

Suhu yang dingin itu disebabkan karena Pluto adalah planet terjauh dari matahari. Selain itu, komposisi planet ini terdiri dari es dan batu. Planet Pluto termasuk dalam kategori planet Katai. Katai adalah planet kerdil atau kurcaci.

Planet Pluto ditemukan pada tahun 1930 dan dianggap sebagai planet kesembilan yang mengitari matahari. Namun, pada tahun 1992 keberadaan planet Pluto mulai diragukan karena para astronom menemukan adanya sabuk Kuiper (lingkaran objek di luar Neptunus).

Pluto memiliki orbit eksentris (tidak membentuk lingkaran) dan miring dengan jarak 30–49 sa (sa= satuan astronom), atau sekitar 4,4 sampai 7,3 miliar km dari matahari.

Dengan kemiringan tersebut, kadang jarak Pluto–matahari lebih dekat daripada jarak Neptunus–matahari.


Nah, itulah planet-planet yang ada di tata surya. Kita patut bersyukur karena berada di planet bumi yang bisa ditempati oleh manusia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like