PERUBAHAN SOSIAL: Pengertian, Teori, Bentuk, Faktor & Contohnya

Pengertian Perubahan Sosial – Secara garis besar, definisi perubahan sosial adalah sebuah perubahan yang ada di dalam lingkup warga. Hal ini berkaitan dengan sikap sosial, pola pikir, nilai-nilai, norma, serta perilaku lain yang terjadi di tengah masyarakat dengan pola tertentu.

Tidak ada satu masyarakat atau individu yang tak pernah berubah. Perubahan adalah salah satu yang pasti terjadi dalam segala aspek dan sifatnya berulang secara terus-menerus.

Salah satu alasannya adalah karena masyarakat mampu untuk terus belajar, beradaptasi, dan mengevaluasi diri dari kesalahan masa lalu. Oleh karena itulah pikiran serta perilaku manusia selalu berubah dan berkembang dari waktu ke waktu.

Meski begitu, masyarakat ataupun individu akan berubah dalam tingkatan yang bermacam-macam apabila dibandingkan antara satu dengan yang lainnya. Ada yang mengalami perubahan dalam tempo relatif cepat. Namun, ada juga yang cenderung lambat.

Ada banyak hal yang memengaruhi perubahan ini. Beberapa di antaranya adalah kesadaran individu maupun kolektif, kebutuhan, hingga tindakan masyarakat itu sendiri.

Secara teori, pengertian ini mengacu pada salah satu sosiolog terkemuka. Menurut Emile Durkheim, perubahan sosial merupakan hasil dari unsur ekologis dan demografis yang berpengaruh dari yang terikat solidaritas mekanik menjadi terikat solidaritas organik.

Teori Perubahan Sosial

Teori Perubahan Sosial
optimization-services.com

Keseimbangan berbagai faktor penting, seperti dalam hal biologis dan ekonomi, mampu menyebabkan terjadinya perubahan sosial. Ada beberapa teori yang tak bisa dilepaskan dari perkembangan teori perubahan sosial.

1. Teori evolusi

Secara umum, teori ini masih mengambil rujukan dari teori evolusi yang digagas oleh Darwin dan mendapat pengaruh dari Herbert Spencer. Berdasarkan teori ini, proses terjadinya suatu perubahan berlangsung perlahan-lahan.

Perlu waktu yang tidak sebentar serta akan melalui beberapa tahapan tertentu, sampai akhirnya terwujudlah titik perubahan yang dinantikan.

2. Teori konflik

Mendapat pengaruh dari gagasan yang telah dikemukakan Karl Marx dan Ralf Dahrendord, teori ini menyebutkan bahwa adanya perubahan hanya dapat terjadi sebagai efek dari pertentangan yang kerap terjadi di tengah masyarakat.

Pertentangan ini umumnya berawal dari kelompok yang berselisih karena merasa tertindas atau ada hak-hak yang tak dipenuhi oleh pemerintah atau kelompok penguasa. Perselisihan inilah yang kelak di kemudian hari akan menciptakan perubahan sosial.

Konflik sosial akan selalu beriringan dengan terjadinya perubahan secara terus-menerus. Ada beberapa hal penting terkait teori sosial.

  • Semua masyarakat pada akhirnya akan selalu mengalami perubahan
  • Faktor penunjang adanya perubahan adalah semua komponen yang ada di masyarakat itu sendiri
  • Semua masyarakat memiliki potensi untuk ada di tengah-tengah pusaran ketegangan dan konflik yang terjadi
  • Menciptakan kestabilan sosial sangat erat dengan pengaruh tekanan antarkelompok dalam suatu masyarakat

3. Teori fungsional

William Ogburn adalah penggagas pertama teori ini. Ia mengatakan bahwa kecepatan perubahan tidak akan selalu persis sama meski unsur masyarakat yang saling terlibat relatif berhubungan antara satu dengan yang lainnya.

Perubahan tak selamanya buruk. Justru teori ini menjelaskan perubahan dengan menyerap apa yang dianggap baik, menguntungkan, dan memiliki manfaat untuk masyarakat

4, Teori siklus

Teori ini menyebutkan bahwa perubahan sosial di masyarakat tak bisa dikendalikan seutuhnya oleh siapa pun karena ada siklus yang terjadi dan harus diikuti di dalam masyarakat itu sendiri. Teori ini dikemukakan oleh Oswald Spenger dan Arnold Toynbee.

Bentuk-Bentuk Perubahan Sosial

Bentuk Perubahan Sosial
kingshipnetwork.files.wordpress.com

Karakteristik masyarakat yang bermacam-macam menyebabkan ada banyak bentuk perubahan sosial yang terjadi, seperti berikut ini.

1. Perubahan struktural

Sebagai perubahan yang fundamental, perubahan struktural dapat memengaruhi hidup masyarakat secara luas. Contohnya adalah ketika pada zaman sebelum kemerdekaan, Indonesia mengalami perubahan struktural dari kerajaan menjadi republik.

2. Perubahan besar dan kecil

Baik besar atau kecil, perubahan akan selalu menghasilkan pengaruh signifikan untuk masyarakat. Perubahan besar contohnya adalah era industrialisasi yang menyebabkan masyarakat agraris berubah menjadi masyarakat industri.

Perubahan kecil yang lekat dengan kehidupan masyarakat masa kini contohnya adalah perubahan gaya hidup yang terjadi akibat pengaruh dari luar masyarakat tersebut.

3. Perubahan cepat dan lambat

Perubahan sosial yang terjadi secara cepat biasa disebut sebagai revolusi. Sedangkan perubahan yang berjalan lambat adalah evolusi.

4. Perubahan yang dikehendaki dan tidak dikehendaki

Apabila terjadi suatu perubahan di tengah masyarakat yang secara konsensus dikehendaki oleh anggotanya, bisa dikatakan itu adalah perubahan terencana. Sebaliknya, perubahan yang tidak dikehendaki adalah perubahan yang relatif tak terencana.

Ciri-Ciri Perubahan Sosial

Ciri Perubahan Sosial
blog.opogo.com

1. Dilakukan dengan sengaja

Ada banyak perubahan terjadi berdasarkan ketidaksengajaan. Namun, dalam konteks ini, perubahan sosial selalu terjadi akibat adanya unsur kesengajaan.

2. Terjadi tak hanya di satu tempat

Perubahan sosial umumnya bermula dari masyarakat di desa dan meluas hingga ke kota. Perubahan yang ada di kota umumnya, meski tak selalu, berjalan lebih cepat daripada di desa.

3. Berkelanjutan

Perubahan sosial bukan hal yang hanya akan terjadi satu kali lalu selesai. Sebaliknya, ini adalah proses terus-menerus baik dalam kurun waktu lambat atau cepat. Perubahan ini terjadi karena pada dasarnya, manusia adalah makluk dinamis yang selalu berpikir.

4. Bersifat imitatif

Imitatif karena perubahan sosial yang terjadi dalam satu kelompok selalu bergantung dan berpengaruh terhadap perubahan yang terjadi di kelompok lainnya. Contohnya, tren gaya rambut atau pun cara berpakaian yang dengan mudah menyebar ke masyarakat luas.

5. Hubungan kausalitas

Sebagai makluk sosial, manusia dapat berubah sebagai akibat dari hubungan kausalitas atau timbal balik antara satu dengan yang lain. Hubungan ini dapat menjadi penyebab terjadinya kekacauan sementara, kontroversi, hingga perubahan struktur di masyarakat.

Faktor Pendorong Perubahan Sosial

Faktor Pendorong Perubahan Sosial
administrasinegara.site

1. Kontak budaya lain

Awal mula perubahan dapat terjadi adalah karena kontak sosial antara satu orang atau pun kelompok dengan orang atau kelompok lain. Kontak sosial inilah yang menjadi jembatan informasi mengenai ide, gagasan, kepercayaan, atau pun hasil fisik dari kebudayaan tertentu.

Dua kebudayaan atau lebih yang saling bersinggungan ini melahirkan adanya suatu perubahan, baik bagi satu atau keseluruhan pihak. Karena itulah perubahan sosial yang terjadi di masyarakat adalah hasil pengaruh dari budaya di masyarakat yang lainnya.

Kontak budaya ini dapat terjadi melalui proses akulturasi, difusi, akomodasi, dan asimilasi.

2. Sistem pendidikan yang lebih maju

Pendidikan, terutama pendidikan formal, adalah tempat di mana seorang siswa akan mendapat ilmu, nilai, dan pemahaman baru yang pasti akan membuka pikiran dan mengubah cara pandang terhadap sesuatu.

Dengan cara berpikir yang dituntut untuk lebih ilmiah dan mengedepankan bukti-bukti objektif dibandingkan kepercayaan turun-temurun yang tak terbukti kebenarannya, pasti akan merubah cara orang tersebut dalam memproses hal baru yang terjadi.

Perubahan yang awalnya terjadi di tingkat individu ini akhirnya akan berkembang ke ranah kolektif dan menyebabkan perubahan sosial. Maka, tak mengherankan apabila perubahan relatif lebih cepat terjadi di masyarakat dengan pendidikan tinggi.

3. Penghargaan dari suatu karya

Adanya apresiasi lebih akan suatu karya akan mendorong adanya penemuan dan inovasi baru dalam masyarakat. Selain itu, keinginan untuk selalu menjadi lebih baik juga memicu terjadi perubahan sosial.

4. Sistem masyarakat terbuka

Masyarakat yang bersifat open stratification atau stratifikasi terbuka umumnya lebih mampu untuk mengakomodasi terjadinya perpindahan sosial vertikal, sehingga masyarakat dapat berpindah menuju strata sosial yang lebih tinggi.

Contohnya, seseorang yang terlahir dari keluarga dengan status ekonomi di bawah garis kemiskinan dapat menempati strata sosial yang lebih tinggi ketika ia bekerja keras dan akhirnya dapat memperbaiki kondisi ekonomi keluarganya.

Oleh karena itu, sistem masyarakat terbuka dapat menjadi kesempatan bagi suatu masyarakat atau individu untuk mengalami perubahan sosial yang akan membuat keadaan menjadi lebih baik dari sebelumnya.

5. Merasa tidak puas akan hal-hal kehidupan tertentu

Perasaan tidak puas dan kekecewaan akan suatu hal, apalagi apabila hal tersebut telah dipupuk dalam waktu lama, pasti akan memicu adanya revolusi di tengah masyarakat.

Salah satu contoh terbesar yang pernah terjadi di Indonesia adalah ketika rakyat merasa tidak puas akan kinerja Presiden Soeharto yang telah berkuasa selama lebih dari 32 tahun lamanya. Perasaan ini akhirnya mendesak adanya revolusi dan berakhirnya era orde baru.

Faktor Penghambat Perubahan Sosial

Penghambat Perubahan Sosial
unnes.ac.id

1. Minimnya interaksi dengan masyarakat luar

Berkebalikan dengan faktor pendukung utama, minimnya komunikasi antara individu atau kelompok dengan masyarakat luar akan membuat lingkup sosialnya terasing dari pergaulan.

Maka, apabila ada perubahan yang terjadi di masyarakat luar, pengaruhnya tak akan terlalu terasa bagi kelompok yang terasing karena tidak ada perpindahan informasi apa pun.

2. Sikap masyarakat yang konservatif

Mentalitas konservatif akan membuat suatu kelompok enggan untuk beradaptasi dan berubah, bahkan sekalipun itu adalah perubahan ke arah yang lebih baik.

Tak hanya itu, masyarakat yang cenderung kuno juga umumnya takut akan perubahan karena sudah merasa nyaman dengan cara hidup yang dianutnya saat ini.

3. Kepentingan tertentu yang telah tertanam kuat

Nilai tradisional dapat menumbuhkan kepentingan kolektif yang telah tertanam kuat dalam benak individu maupun kelompok. Semakin kuat nilai tradisional ini mengakar, semakin sulit untuk perubahan sosial bisa terjadi.

Ketika kepentingan tradisional ini telah tertanam, sulit untuk masyarakat tersebut dapat berpikir terbuka akan nilai-nilai baru. Sehingga, perubahan sosial akan dianggap sebagai perilaku meninggalkan budaya lama demi sesuatu yang baru.

4. Prasangka buruk terhadap hal baru

Ada ketakutan bahwa hal atau nilai baru yang apabila diterapkan akan merusak integrasi yang telah lama ada di masyarakat. Sehingga, banyak masyarakat yang lebih memilih untuk menjaga integrasi ini daripada harus mengubah diri dan pandangan akan hal baru.

Contoh Perubahan Sosial

Contoh Perubahan Sosial
pexels.com

Salah satu contoh perubahan sosial yang terjadi cukup signifikan dan masif adalah cara manusia berkomunikasi. Dahulu, manusia hanya dapat berkomunikasi secara langsung saat bertatap muka secara langsung.

Kemudian, muncullah kebiasaan untuk berkomunikasi melalui surat-menyurat. Namun, orang masih merasa belum puas karena memerlukan waktu yang lama, hingga berhari-hari bahkan berminggu-minggu tergantung seberapa jauh jaraknya.

Berdasarkan rasa tidak puas itu, muncullah alat bernama telepon yang mampu memanggil seseorang dalam waktu cepat dan dapat mendengar suara orang yang dituju secara langsung.

Sayangnya, tak semua tempat dapat dijangkau oleh telepon dan ukuran alat yang cenderung besar dan tidak praktis. Maka kini muncullah telepon genggam yang memungkinkan orang berkirim pesan melalui teks, suara, atau pun video.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

You May Also Like