10+ Contoh Teks Eksplanasi Sosial, Budaya & Fenomena Bencana Alam Singkat

Contoh Teks Eksplanasi

Contoh Teks Eksplanasi – Dalam kurikulum 2013, teks eksplanasi menjadi salah satu pokok pembahasan yang ada di dalam mata pelajaran bahasa Indonesia untuk kelas VII. Teks ini sangat menarik karena menyangkut peristiwa-peristiwa alam, fenomena sosial dan budaya, atau lainnya.

Namun, tak sedikit pelajar atau mahasiswa yang masih kebingungan dalam memahami teks eksplanasi ini. Oleh karena itu, tulisan ini akan membahas teks eksplanasi secara lengkap, mulai dari pengertian, ciri-ciri, disertai beberapa contoh yang akan membuat Anda lebih mudah memahaminya.

Pengertian Teks Eksplanasi

apa itu teks eksplanasi
sumber : keystochange.net

Berdasarkan asal kata dan artinya, yaitu eksplanasi yang berarti “penjelasan”, teks eksplanasi didefinisikan sebagai teks yang berisi penjelasan mengenai penyebab dan proses terjadinya sebuah peristiwa serta hubungan sebab-akibat dalam kejadian tersebut.

Jenis teks ini banyak digunakan untuk menjelaskan peristiwa alam, fenomena sosial dan budaya, bencana alam, dan lainnya. Di dalamnya, terdapat beberapa bagian penting yang harus ada, yaitu pernyataan umum, penjelas, dan interpretasi.

Ciri-Ciri Teks Eksplanasi

pengertian teks eksplanasi
sumber : dailymail.com

Banyak pelajar yang kesulitan membedakan teks eksplanasi dengan jenis teks lainnya. Salah satu penyebabnya adalah luasnya tema yang bisa ditulis dalam bentuk teks eksplanasi. Untuk mempermudah penyusunannya, kenali ciri-ciri teks eksplanasi berikut ini.

1. Informasinya Merupakan Peristiwa Nyata

Di dalam sebuah teks eksplanasi, informasi yang disampaikan adalah peristiwa nyata yang benar-benar terjadi. Oleh karena itu, informasi harus didukung fakta-fakta terkait peristiwa tersebut. Teks bisa diawali dengan pengertian fenomena yang dibahas, lalu diikuti penjelasan yang disertai bukti dan fakta.

2. Mengandung Unsur Pengetahuan

Dalam menjelaskan sebuah peristiwa nyata, dibutuhkan dasar ilmu yang jelas agar penjelasannya pun bisa dipahami dengan mudah. Sebagian besar teks eksplanasi dibuat berdasarkan cabang ilmu pengetahuan alam, kemudian diikuti ilmu sosial dan lainnya.

Karena biasanya banyak mengandung istilah-istilah ilmiah yang belum tentu dipahami pembaca umum, teks eksplanasi juga sebaiknya disertai penjelasan lebih lanjut mengenai arti atau maksud istilah-istilah tersebut. Dengan demikian, informasi yang disampaikan bisa dipahami dengan jelas dan benar.

3. Bersifat Informatif, Bukan Persuasif

Teks eksplanasi bisa berisi penyebab terjadinya sebuah fenomena, tetapi tidak boleh bersifat mengajak pembaca untuk membenci atau menghakimi. Penulis teks cukup memberikan fakta yang lengkap dan membiarkan pembaca untuk menyimpulkan sendiri apakah peristiwa tersebut perlu ditiru atau tidak.

4. Berisi Urutan Kejadian

Ciri lain teks eksplanasi adalah menguraikan sebuah peristiwa berdasarkan urutan kejadian. Ciri ini dapat dikenali dari penggunaan kata-kata yang menunjukkan kronologis dan hubungan sebab-akibat dari sebuah peristiwa, seperti “setelah itu”, “lalu”, “kemudian”, atau sejenisnya.

Meski demikian, teks eksplanasi berbeda dengan teks berita. Pada teks berita, penggunaan subjek manusia harus ada, bahkan sangat penting. Sebaliknya, di dalam teks eksplanasi, pembahasan seputar peran manusia dalam peristiwa terkait diusahakan seminimal mungkin.

Hal tersebut terutama berlaku pada teks eksplanasi yang menjelaskan mengenai fenomena alam. Sebuah peristiwa alam harus dibahas dari sudut pandang ilmiah dan terjadi karena adanya hubungan sebab-akibat yang berlaku di alam.

Kaidah Teks Eksplanasi

contoh teks eksplanasi
sumber : Abcnews.com

Setiap jenis teks memiliki kaidah kebahasaannya sendiri, begitu juga dengan teks eksplanasi. Kaidah kebahasaan inilah yang membentuk karakter sebuah teks. Berikut ini adalah beberapa kaidah kebahasaan yang digunakan dalam teks eksplanasi.

1. Kalimat Pasif

Teks eksplanasi banyak menggunakan kalimat pasif yang ditandai dengan awalan di, ter, dan kata ganti pada predikatnya, seperti ditangkap, terkejar, dibekukan, dan sebagainya. Penggunaan kalimat pasif ini bertujuan untuk mengurangi penyebutan subjek manusia sehingga fokus pada peristiwa yang terjadi.

Selain itu, kalimat pasif juga dipakai untuk menegaskan bahwa peristiwa yang dijelaskan terjadi secara alamiah atau merupakan sebuah ketidaksengajaan. Dengan begitu, tulisan akan bersifat netral dan terbebas dari kesan persuasif.

2. Konjungsi Waktu dan Kausal

Konjungsi waktu adalah kata penghubung yang berkaitan dengan waktu, yaitu sesudah, setelah, sebelum, sehabis, sambil, selagi, sampai, hingga, ketika, tatkala, sejak, selama, dan sebagainya.

Konjungsi kausal adalah kata penghubung yang menyatakan sebab-akibat dari sebuah kejadian. Yang termasuk dalam konjungsi kausal adalah jika, kalau, karena, jadi, demikian, sehingga, dan sejenisnya. Di dalam teks eksplanasi, kedua jenis konjungsi ini digunakan secara bergantian dalam porsi yang wajar.

3. Istilah Ilmiah

Teks eksplanasi menjelaskan sebuah fenomena yang terjadi berdasarkan disiplin ilmu yang terkait sehingga penggunaan istilah ilmiah sudah pasti tidak terhindarkan. Jika istilah ilmiah yang digunakan merupakan bahasa asing, sertakan penjelasan agar pembaca yang awam dapat memahami isi teks.

Sebagai contoh, sebuah teks eksplanasi tentang fenomena benda langit menggunakan istilah ilmiah yang hanya dipahami orang-orang tertentu yang mempelajari ilmo astronomi. Jika tidak disertai penjelasan yang dipahami orang awam, informasi tidak akan sampai secara utuh.

4. Unsur Informasi

Sesuai dengan definisinya, teks eksplanasi bertujuan untuk memberikan informasi dan penjelasan tentang sebuah peristiwa alam atau fenomena tertentu. Oleh karena itu, setiap kalimatnya harus mengandung unsur informatif sehingga pembaca mendapatkan pengetahuan baru.

Contoh Teks Eksplanasi  Lunturnya Budaya Indonesia

contoh teks eksplanasi budaya
sumber : pinterest

Pernyataan Umum

Indonesia sudah sejak lama dikenal sebagai negara yang memiliki kekayaan budaya yang membuat kagum bangsa-bangsa lain. Sayangnya, budaya Indonesia kian luntur akibat kurangnya kesadaran masyarakat, rendahnya minat mempelajari budaya, dan kurangnya komunikasi budaya.

Seiring arus globalisasi serta informasi yang makin terbuka, banyak orang memilih budaya asing. Budaya asing sering kali dianggap lebih keren dan praktis, padahal pendapat tersebut tidak selalu benar. Banyak contoh budaya asing yang dianggap lebih bagus, tetapi tidak sesuai dengan jati diri bangsa Indonesia.

Penjelasan

Ketidak pedulian terhadap budaya bangsa sendiri dan sikap memuja budaya asing tidak hanya menyebabkan budaya Indonesia perlahan-lahan menghilang. Lebih jauh lagi, budaya warisan leluhur yang terabaikan pun diklaim negara lain yang memiliki akar sejarah yang sama.

Lantas, apa yang harus dilakukan? Di sinilah kemampuan berkomunikasi sangat diperlukan agar tidak terjadi pemahaman yang keliru di tengah masyarakat. Mengomunikasikan budaya perlu dilakukan secara horizontal dan vertikal.

Komunikasi secara horizontal dilakukan dengan memperkenalkan budaya masing-masing di antara berbagai suku yang ada di Indonesia. Hal ini penting agar terjadi kesepahaman sehingga pertikaian antarsuku yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa dapat dicegah.

Komunikasi budaya secara vertikal adalah mengenalkan budaya dari satu generasi ke generasi selanjutnya. Dengan mengkomunikasikannya kepada generasi penerus secara berkesinambungan, budaya Indonesia akan terus hidup dan lestari.

Kesimpulan

Fenomena menghilangnya budaya Indonesia secara perlahan disebabkan kurangnya pembelajaran dan komunikasi. Karena itu, alangkah baiknya pembelajaran terhadap budaya Indonesia dilakukan sejak dini, salah satunya dengan memasukkannya ke dalam kurikulum sekolah.

Mengenalkan budaya kepada anak-anak sejak usia dini juga akan menumbuhkan kecintaan terhadap budaya sendiri. Rasa mencintai dan memiliki inilah yang akan mampu mempertahankan dan membangun budaya lokal di tengah gempuran budaya asing.

Contoh Teks Eksplanasi  Fenomena Alam Gerhana Bulan

contoh teks eksplanasi gejala alam JPG
sumber : getwallpapers.com

Dalam kehidupan sehari-hari, banyak sekali fenomena alam yang kita temui, salah satunya yang cukup sering terjadi adalah gerhana bulan. Meski hanya sesaat, banyak orang yang ingin menyaksikan peristiwa menkjubkan ini.

Gerhana bulan adalah fenomena alam ketika penampang bulan terhalang bayangan bumi. Peristiwa ini terjadi karena bulan, bumi, dan matahari berada tepat di satu garis lurus atau dengan kata lain, bulan beroposisi dengan matahari.

Namun, oposisi bulan dengan matahari tidak selalu menyebabkan terjadinya gerhana bulan karena bidang orbit bulan miring 5 derajat terhadap bidang ekliptika (bidang edar semu bumi). Perpotongan bidang orbit bulan dengan bidang ekliptika memunculkan dua titik yang disebut node.

Gerhana bulan terjadi jika bulan beroposisi dengan matahari terhadap node, tepatnya pada posisi 16,5 derajat sebelah timur atau barat node. Untuk bergerak dari satu node ke node lainnya, bulan membutuhkan waktu 29,53 hari.

Tidak semua gerhana bulan mengakibatkan bulan tidak dapat terlihat sementara. Terkadang, saat terjadi gerhana, bulan justru tampak dengan cahaya merah, tembaga, atau jingga karena masih ada cahaya matahari yang dibelokkan oleh atmosfer bumi.

Gerhana bulan terdiri dari tiga jenis, yaitu

– gerhana bulan total, terjadi jika bulan berada tepat di tengah umbra (bayangan inti);

– gerhana bulan parsial, terjadi jika daerah bulan yang masuk ke daerah umbra hanya sebagian;  serta

– gerhana bulan penumbral, terjadi jika bulan berada di daerah penumbra (bayangan kabur).

Peristiwa gerhana bulan juga mengakibatkan terjadinya fenomena alam lain, yaitu penurunan suhu udara dan naiknya permukaan air laut akibat gravitasi bulan. Jika gerhana bula terjadi secara total, air laut akan pasang selama tiga hari dan berombak besar.

Contoh Teks Eksplanasi Bencana Alam Gempa Bumi

contoh teks eksplanasi gempa bumi
sumber : Bmkg.com

Orang Indonesia sudah sangat akrab dengan fenomena gempa bumi. Gempa bumi merupakan getaran atau guncangan yang terjadi akibat pergeseran atau pergerakan lapisan dasar bumi atau letusan gunung yang sangat dahsyat.

Gempa sering terjadi di daerah yang terletak di sekitar gunung berapi aktif. Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi aktif dan terletak di atas lempeng bumi yang terus bergerak sehingga sebagian besar wilayahnya rawan mengalami bencana gempa, kecuali Pulau Kalimantan.

Berdasarkan penyebabnya, gempa bumi dibedakan menjadi dua jenis, yaitu gempa bumi vulkanik dan gempa bumi tektonik. Gempa bumi vulkanik terjadi akibat adanya letusan gunung berapi yang sangat besar. Gempa bumi vulkanik jarang terjadi dan biasanya dampaknya tidak terlalu besar.

Gempa tektonik terjadi karena lapisan kerak bumi menjadi lunak sehingga mengalami pergeseran. Menurut teori “Tectonic Plate”, bumi terdiri dari beberapa lapisan atau lempengan. Lempengan ini bergerak sangat lambat dan ketika terjadi tabrakan, timbullah gempa.

Gempa bumi tidak dapat diprediksi, terjadi secara tiba-tiba dan begitu cepat sehingga hampir selalu menimbulkan dampak merugikan, terutama jika kekuatannya cukup besar. Getaran gempa bumi merambat ke segala arah sehingga dapat merobohkan bangunan dan menimbulkan korban jiwa.

Contoh Teks Eksplanasi Sosial Kriminalitas

contoh teks eksplanasi kriminalitas JPG
sumber : okezone.com

Kriminalitas adalah tindak kejahatan yang dilakukan seseorang atau sekelompok orang untuk mencapai tujuan tertentu. Bentuk kejahatan yang dilakukan bisa bermacam-macam, yaitu perampokan, penculikan, pembunuhan, dan lain-lain. Orang yang melakukan tindak kriminalitas disebut kriminal.

Banyak alasan yang menyebabkan seseorang melakukan perilaku negatif ini. Motif ekonomi adalah salah satu dan merupakan penyebab terbesar terjadinya kriminalitas. Sulitnya mencari pekerjaan dan tingginya kebutuhan akan mendorong seseorang mencari cara cepat mendapatkan uang.

Karena itu, tak mengherankan jika di Indonesia, negara yang lapangan kerjanya sangat kurang, angka kriminalitas terus meningkat dari waktu ke waktu. Selain itu, kriminalitas juga bisa disebabkan banyak faktor lain, seperti masalah keluarga, hubungan bisnis, bahkan masalah politik.

Mencegah terjadinya kriminalitas yang terus-menerus dapat dilakukan dengan menanamkan ilmu agama kepada anak-anak selagi dini. Tujuannya adalah agar anak-anak memahami bahwa perbuatan yang merugikan orang lain adalah dosa dan bertentangan dengan norma sehingga harus dihindari.

Contoh Teks Eksplanasi  Tsunami

contoh teks eksplanasi tsunami
sumber : pixabay.com

Tsunami berasal dari bahasa Jepang, yaitu tsu yang berarti pelabuhan dan nami yang artinya gelombang. Secara keilmuan, tsunami diartikan sebagai gelombang laut yang datang secara tiba-tiba dengan kecepatan sangat tinggi yang menuju kawasan pantai.

Berubahnya permukaan air laut pada peristiwa tsunami disebabkan beberapa hal, yaitu gempa yang berpusat di bawah laut, letusan gunung berapi di bawah laut, longsor di bawah laut, meteor yang jatuh ke laut, dan lainnya.

Secara sederhana, proses terbentuknya tsunami terjadi melalui empat tahapan berikut:

  • Terjadinya gerakan naik-turun pada lempeng yang berupa patahan.
  • Patahan menyebabkan dasar laut naik dan inilah yang dinamakan gempa bumi.
  • Gempa bumi menyebabkan keseimbangan air laut terganggu.
  • Muncullah gelombang tsunami yang bergerak menuju pantai.

Kecepatan gelombang tsunami bisa mencapai 500–1.000 km/jam, tetapi tinggi gelombang yang terbentuk di laut dalam hanya sekitar 1 meter. Saat mencapai pantai, kecepatan gelombang melemah hingga menjadi 30 km/jam, tetapi tinggi gelombangnya bisa mencapai 50–100 meter.

Hantaman gelombang ini bisa masuk ke bibir pantai hingga puluhan kilometer jauhnya. Selama perjalanan itu, gelombang tsunami akan menyapu apa saja yang dilewatinya. Itulah sebabnya, kerusakan dan korban jiwa akibat gelombang tsunami bisa sangat luar biasa besarnya.

Meskipun tidak bisa diprediksi, tsunami dapat dikenali dari beberapa tanda, yaitu terjadinya getaran gempa yang berasal dari dalam bumi dengan kekuatan besar, air laut surut secara mendadak, serta burung atau binatang darat lain berbondong-bondong menjauhi daerah pantai.

Dengan kekuatan yang sedemikian dahsyat, tsunami menjadi salah satu peristiwa alam yang sangat merusak dan membahayakan jiwa manusia. Oleh karena itu, informasi tentang bahaya tsunami dan upaya mitigasinya harus terus disosialisasikan kepada masyarakat, khususnya di wilayah sekitar pantai.

Contoh Teks Eksplanasi Gunung Meletus

contoh teks eksplanasi gunung meletus
sumber : tribunnews.com

Gunung meletus terjadi akibat adanya endapan magma di dalam perut bumi yang disemburkan oleh gas dengan kekuatan tinggi. Indonesia memiliki banyak sekali gunung berapi aktif, seperti Gunung Merapi, Gunung Tangkuban Perahu, Gunung Sinabung, Gunung Agung, dan masih banyak lagi.

Hampir seluruh aktivitas gunung berapi memiliki hubungan dengan zona kegempaan aktif karena berhubungan langsung dengan batas lempeng bumi. Peristiwa gunung meletus diawali perubahan tekanan dan suhu yang terjadi pada batas lempeng bumi tersebut.

Perubahan tersebut mengakibatkan batuan di sekitarnya meleleh dan membentuk cairan pijar atau magma. Magma kemudian akan mengintrusi material yang ada di sekitarnya melalui rekahan-rekahan yang mendekati permukaan bumi.

Magma terbentuk melalui suhu yang sangat tinggi di dalam perut bumi pada kedalaman kurang lebih 60–160 km. Suhu tinggi ini mampu melelehkan seluruh material yang ada di dalamnya. Pada saat material ini meleleh, dihasilkan pula gas yang bercampur dengan magma.

Magma yang mengandung gas berada di bawah tekanan batuan-batuan padat di sekitar kawah gunung. Tekanan inilah yang menyebabkan gunung meletus dan magma terdorong keluar menuju permukaan bumi. Secara bersamaan, magma dan gas meledak dan membentuk lubang utama.

Sebagian besar magma dan material vulkanik menyembur melalui lubang utama tersebut. Setelah semburan berhenti, terbentuklah kawah yang menyerupai mangkuk di puncak gunung berapi. Lubang utama berada di dasar kawah.

Letusan gunung berapi mengakibatkan dampak positif dan negatif. Dampak positifnya adalah lahan di sekitar gunung menjadi subur, material yang keluar dari perut bumi berupa batu-batuan dapat dimanfaatkan, terbentuknya area wisata alam dan sumber air, dan tersedianya energi panas bumi.

Namun, dampak negatif gunung meletus juga tak kalah banyak. Hujan lahar, aliran awan panas, gas beracun, debu vulkanik, dan jatuhan piroklastik (campuran gas panas, abu vulkanik, dan bebatuan) sangat berbahaya dan mengancam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya.

Contoh Teks Eksplanasi  Banjir

contoh teks eksplanasi banjir
sumber: okezone.com

Banjir adalah peristiwa alam yang sering terjadi di Indonesia. Ketidaksanggupan sungai, danau, drainase, atau aliran lainnya untuk menampung hujan mengakibatkan air hujan yang jumlahnya sangat banyak meluap dan menggenangi tempat-tempat di sekitar tampungan air.

Banjir sering terjadi di kawasan-kawasan di pinggir sungai atau tempat yang drainasenya kurang baik. Berdasarkan penyebabnya, banjir yang kerap terjadi pada musim hujan ini dibedakan menjadi dua, yaitu banjir yang terjadi secara alamiah dan banjir akibat ulah manusia.

Secara alamiah, banjir disebabkan terjadinya hujan lokal dan limpasan air dari wilayah hulu pada suatu daerah tangkapan air. Limpasan air terjadi akibat curah hujan yang turun jauh lebih besar dibandingkan kapasitas infiltrasi tanah atau daya tampung sungai karena mengalami erosi dan sedimentasi.

Sebaliknya, banjir juga bisa terjadi secara nonalamiah sebagai akibat ulah manusia yang tidak memperhatikan keseimbangan ekosistem. Kebiasaan membuang sampah di sungai, mendirikan bangunan di daerah resapan, dan penebangan liar adalah beberapa penyebab banjir nonalamiah.

Baik alamiah maupun tidak, banjir bisa menjadi bencana bagi manusia yang menyebabkan kerugian harta benda, bahkan kehilangan nyawa.

Contoh Teks Eksplanasi  tentang Pelangi

contoh teks eksplanasi pelangi
sumber : tribunnews.com

Pelangi atau disebut juga bianglala merupakan peristiwa alam yang terjadi akibat adanya pembiasan cahaya matahari oleh butir-butir air. Pembiasan tersebut menghasilkan berbagai macam warna sejajar di langit. Fenomena terjadinya pelangi merupakan salah satu gejala optik.

Pada umumnya, pelangi berbentuk busur yang masing-masing ujungnya mengarah ke titik berbeda. Di langit, pelangi akan tampak seperti busur cahaya aneka warna dengan ujung mengarah pada horizon. Selain saat terjadi gerimis di siang hari, pelangi juga bisa terbentuk di sekitar air terjun yang deras.

Pelangi muncul karena adanya cahaya yang membias dan menyimpang. Cahaya matahari yang melewati tetes-tetes hujan dibiaskan (dibelokkan) ke tengah tetes hujan sehingga cahaya putih matahari berubah menjadi spektrum warna.

Pelangi tidak akan terlihat pada malam hari atau saat mendung. Hal ini membuktikan bahwa pelangi adalah fenomena alam yang terjadi akibat proses pembiasan cahaya. Sinar matahari yang melewati titik-titik air dibelokkan dengan sudut yang be rbeda-beda sehingga menghasilkan warna yang berlainan.

Untuk bisa melihat pelangi, kita harus berada di antara matahari dan tetesan air dengan posisi matahari di belakang kita. Pusat busur pelangi dan mata kita harus berada di satu garis lurus. Dengan begitu, kita bisa menikmati warna merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila, dan ungu yang ada pada pelangi.


Nah, bagaimana, ternyata tidak terlalu sulit, bukan? Asalkan mengetahui prinsip dasar dan hal-hal yang harus ada, siapa pun bisa membuat teks eksplanasi. Yang tidak kalah penting, carilah sumber informasi yang dapat dipertanggungjawabkan sebagai dasar penulisan teks eksplanasi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *